Breaking News:

Guru Berkarya

Memanfaatkan Media Sosial dalam Melayani Pembelajaran Anak Usia Dini

Pandemi Covid 19 dua tahun terakhir telah melanda seluruh belahan dunia termasuk Indonesia.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Lina Sustiningsih SPdAUD, Guru TK Pertiwi Karangasem Kec Petarukan Kab Pemalang 

Oleh: Lina Sustiningsih SPdAUD, Guru TK Pertiwi Karangasem Kec Petarukan Kab Pemalang

PANDEMI Covid-19 dua tahun terakhir telah melanda seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Semua lini kehidupan merasakan dampaknya yang berkepanjangan termasuk bidang pendidikan. Segala upaya dan strategi telah berusaha dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19. Kebijakan pembatasan dengan berbagai skala turut dilakukan termasuk aturan yang di bidang pendidikan dalam rangka pelaksanaan proses pembelajaran.

Proses pembelajaran telah berangsur dilakukan dengan tatap muka yang bersifat terbatas atau disebut dengan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Proses pembelajaran yang selama ini dilakukan dengan jaringan (daring) dan berjarak telah berlangsung terlalu lama.

Hal ini menyebabkan terjadinya kebosanan pada peserta didik. Peserta didik seakan menemui kebosanan dan kejenuhan dalam mengikuti proses pembelajaran dalam jaringan dan jarak jauh. Meskipun proses pelaksanaan pembelajaran daring yang diberlakukan sebelumnya bagi semua jenjang pendidikan tersebut menimbulkan tantangan.

Problematika tidak akan dapat dilepaskan pada proses pembelajaran daring khususnya bagi pembelajaran pendidikan anak usia dini. Muncul  beberapa kendala yang dirasakan oleh guru, salah satunya adalah pemberian tugas dan proses pelaksanaan pembelajaran daring itu sendiri. Karena tidak semua orang tua memiliki perangkat yang memadai untuk dilaksanakannya proses pembelajaran daring.

Sehingga pembelajaran daring sulit untuk dilaksanakan melalui video call ataupun zoom meeting karena terdapat beberapa orang tua yang bekerja dan terbatasnya perangkat yang dimiliki. Sehingga pembelajaran daring hanya bisa dilaksanakan melalui pesan termasuk yang terjadi di TK Pertiwi Karangasem Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang. Guru perlu memanfaatkan media pembelajaran yang tepat bagi penyampaian materi pembelajaran.

Arsyad (2002: 4) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan atau pendapat, sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. Akan tetapi, penggunaan media pembelajaran harus mengedepankan prinsip yang sederhana dan mudah untuk dioperasikan.

Media pembelajaran dapat dikolaborasikan dan didiskusikan dengan guru-guru terkait mengenai materi yang akan dibuat dalam lembar kerja. Salah satu media yang dapat digunakan dalam penyampaian pembelajaran di pendidikan anak usia dini adalah WA Group.

Lembar kerja dibuat dengan menggunakan ilustrasi yang menarik, serta penggunaan warna yang disesuaikan dengan karakteristik anak-anak. Selain membuat beberapa lembar kerja, penulis membuat video animasi mengenai instruksi penugasan lembar kerja yang ditujukan sebagai panduan bagi orang tua dalam membimbing anak mengerjakan tugas tersebut.

Selain berfungsi sebagai panduan, lembar kerja tersebut juga memberikan informasi terkait aspek atau indikator apa saja yang akan dicapai anak dalam setiap instruksi lembar kerja yang telah diberikan. Video animasi mengenai instruksi penugasan lembar kerja tersebut selanjutnya dikirim melalui grup whatsApp yang berisi orang tua peserta didik dan guru. Selain itu, untuk pendampingan pembelajaran peserta didik, guru melakukan bimbingan melalui grup whatsApp terkait tugas lembar kerja yang telah diberikan kemudian peserta didik akan mengerjakan tugas tersebut dengan memberikan bukti foto kolase yang menunjukan tahapan peserta didik mengerjakan tugas.

Selain membantu dalam pembuatan media serta pendampingan peserta didik dan orang tua, pembelajaran dengan penugasan lembar kerja dan pemberian video instruksi pengerjaan bagi orang tua melalui grup whatsapp Grup ternyata dapat menjadi salah satu strategi pelaksanaan pembelajaran daring untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Walaupun dengan berbagai keterbatasan yang ada, pembelajaran daring ini diharapkan menjadi pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved