Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Respon Bupati Blora, Desa Arhan Pemain Timnas Asal Blora Masuk Kategori Miskin

Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora yang merupakan asal dari Pratama Arhan Alif Rifai seorang pemain timnas andalan Indonesia

Tayang:
Penulis: ahmad mustakim | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/AHMAD MUSTAKIM
Rumah Pratama Arhan Alif Rifai seorang pemain timnas andalan Indonesia asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora yang ternyata masuk dalam kategori desa miskin 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora yang merupakan asal dari Pratama Arhan Alif Rifai seorang pemain timnas andalan Indonesia ternyata masuk dalam kategori miskin. 

Bupati Blora, Arief Rohman beberapa waktu lalu memaparkan kemiskinan Blora masih masuk zona merah di Jawa Tengah, masuk 13 besar dari 35 Kabupaten Kota se Jawa Tengah. 

"Kita sudah petakan ada 48 desa yang masuk kategori miskin. Oleh karena itu, kita ingin perguruan tinggi nantinya bisa ikut menyasar desa-desa miskin ini," ucap Bupati pada Sabtu (18/12/2021). 

"Jangan KKN di wilayah kota, kita coba di pedesaan dekat hutan agar terlihat before afternya, sebelum dan sesudah digarap,” sambung Bupati.

Bupati Blora mengatakan pihaknya sudah berupaya untuk mengentaskan kemiskinan di desa tersebut.

"Desa Sidomulyo kan sudah didampingi IAIN Pekalongan, nanti akan ada paparan hasil dari IAIN turun ke sana itu," ucap Arief saat ditemui tribunjateng.com saat peresmian di Mal Pelayanan Publik (MPP) Blora, Rabu (22/12/2021).

Dirinya sudah meminta menerjunkan tim dosen dan tim mahasiswa untuk memetakan Desa Sidomulyo itu seperti apa. 

"Nah ini tinggal nunggu waktu saya untuk paparan saja," ujarnya. 

Bupati ingin mahasiswa KKN di desa miskin nantinya ikut memetakan permasalahan yang ada di desa dan potensi yang bisa dikembangkan untuk menumbuhkan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sekaligus untuk membantu kita melakukan update data kemiskinan di desa-desa. Saya kira Perguruan tinggi akan bisa lebih objektif ketika melakukan pendataan. Karena selama ini data kita banyak yang kurang tepat sehingga sasaran program banyak salah sasaran,” terangnya. 

Dengan adanya pihak kampus yang terjun ke desa tersebut, dirinya berharap mampu memetakan ataupun menilai apakah desa tersebut layak dikategorikan sebagai desa miskin ataupun tidak.
 
"Jadi saya pengin nanti terkait DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) kita akan punya kewenangan untuk mengubah posisi warga miskin itu," kata Arief. 

"Jadi umpamanya data yang masuk dinyatakan miskin, tapi berdasarkan kajian dari perguruan tinggi ini nanti ternyata tidak masuk kategori ya akan kita coret," lanjutnya. 

Orang nomor satu di Blora itu, juga akan berencana untuk membangun rumah orangtua Pratama Arhan dengan menggandeng beberapa temannya. 

"Ya termasuk nanti rumahnya Arhan, saya sudah mau donasi dengan beberapa teman untuk nanti dibangun lah," ungkapnya. 

Ibu kandung Pratama Arhan, Surati mengaku selalu melihat anak bungsunya kala bertanding di rumput hijau. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved