Berita Video
Video Menengok Perayaan Natal Dihadiri Umat Lintas Agama di Semarang
Begitulah penggalan bait lagu berjudul Nandur Rukun yang dinyanyikan bersama-sama oleh para umat lintas agama di Pondok Harapan, Kompleks Gereja Katol
Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq
Sementara itu, Fransina mengaku, belum pernah mendapatkan ucapan dari para umat lintas agama.
Sehingga dalam acara itu menyiapkan pertunjukan khusus berupa pertunjukan musik angklung menyanyikan lagu malam Kudus dan Edelweis.
"Kami berterima kasih telah peduli terhadap kami dan mengucapkan selamat Natal," terangnya.
Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang, Setyawan Budy mengatakan, safari Natal ini dilakukan oleh umat lintas agama untuk berbagi kebahagiaan khususnya kepada para suster yang melewati Natal jauh dari keluarga.
Apalagi para suster di Pondok Harapan sudah berusia lanjut sehingga mereka sangat terharu atas kunjungan para umat beragama.
"Kami sengaja menyambangi beliau-beliau untuk mengucapkan natal secara langsung kepada para suster karena dengan bertemu tentu feel-nya pasti berbeda," terangnya.
Pihaknya berani melakukan kegiatan bersama mengingat angka pandemi Covid-19 di Kota Semarang sangat terkendali sehingga pemerintah setempat mengizinkan kegiatan keagamaan saat perayaan Natal.
Meski dalam kegiatan ada pembatasan-pembatasan tertentu.
Budy melanjutkan, kegiatan tersebut diisi penampilan kesenian oleh para suster berupa pertunjukan angklung.
Kemudian diselingi dengan menikmati hasil kebun para suster berupa buah rambutan.
Pihaknya menegaskan,meskipun kondisi berbeda agama tapi harus memiliki empati terhadap umat kristiani dan katolik yang sedang berbahagia merayakan Natal.
Ia berharap kegiatan tersebut para suster lanjut usia dapat merasakan ucapan Natal dari penganut kepercayaan lain.
"Mungkin mereka baru bertemu dengan para kawan-kawan lintas agama yang rela jauh-jauh datang ke sini untuk mengucapkan Natal," terangnya.
Ia menambahkan, prihatin setiap menjelang Natal acapkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dengan menggoreng isu-isu seperi dilarang memberikan ucapan Natal.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin menunjukkan bahwa di Kota Semarang kerukunan antar umat beragama berlangsung erat.
"Kami terus merawat kerukunan dengan melakukan perjumpaan-perjumpaan langsung semacam ini," terangnya. (Iwn)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :