Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kalender Jawa

Cara Menentukan Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa

Berikut cara menentukan hari baik pernikahan menurut primbon Jawa. Menikah merupakan sesuatu yang sakral dalam hidup seseorang.

Tayang:
Penulis: Adelia Sari | Editor: abduh imanulhaq
Tribun Style
ilustrasi pernikahan di Jawa 

TRIBUNJATENG.COM - Berikut cara menentukan hari baik pernikahan menurut primbon Jawa.

Menikah merupakan sesuatu yang sakral dalam hidup seseorang.

Sehingga banyak persiapan yang harus dilakukan ketika akan menikah.

Termasuk menentukan tanggal pernikahan.

Baca juga: Deretan Weton Ampuh yang Dipercaya Memiliki Pelindung Terbebas dari Sihir Gaib

Baca juga: 7 Weton Anak yang Punya Banyak Rezeki di Tahun 2022

Baca juga: 3 Weton Istimewa yang Kharismatik dan Memikat Banyak Orang

Baca juga: 10 Weton yang Rezekinya Tak Akan Habis di Tahun 2022

Seperti yang masih diterapkan oleh masyarakat Jawa.

Dalam pernikahan orang Jawa, perlu ditentukan dahulu tanggal baik untuk menikah.

Tanggal itu biasanya dipilih berdasarkan penghitungan kalender dan bulan Jawa.

Ada beberapa tanggal baik di setiap bulan Jawa yang dipercaya untuk digunakan melangsungkan pernikahan.

Biasanya tanggal tersebut dipilih setelah mencocokan weton dari pasangan tersebut.

Berikut ini cara yang dilakukan untuk menentukan hari pernikahan menurut kepercayaan Jawa.

1. Mengetahui weton dan tanggal lahir

Sebelum melanjutkan ke tahap hubungan yang serius, biasanya orang Jawa akan mempertanyakan weton dari pasangan tersebut.

Jika weton mereka cocok, maka keduanya bisa menikah.

Kecocokan didapat dengan penjumlahan akhir dari setiap neptu.

Contohnya weton Sabtu Pahing memiliki neptu 18 akan menikah dengan Rabu Pahing dengan neptu 16.

Kedua neptu ini pun dijumlahkan dan ketemulah neptu akhir 34.

Jika jumlah itu cocok, maka keduanya bisa menikah.

2. Menentukan hari pernikahan

Jika sudah ketemu jumlah kedua neptu pasangan, maka selanjutnya adalah menentukan hari baik.

Caranya dengan menambahkan jumlah neptu akhir dangan hari baik (hari pilihan) dan dibagi 3.

Hasil pembagian harus tersisa 3.

Contoh jumlah neptu kedua pasangan adalah 30, kemudian tambahkan dengan hari neptu hari pilihan.

Contohnya memilih hari dengan neptu 13.

Maka 30+13:5= 8 sisa 3.

Atau contoh lain dengan hari pilihan neptu 18.

Maka 30+18/5= 9 sisa 3.

Maka anda dan pasangan harus menikah di hari dengan neptu 13 atau 18.

Contohnya pada Jumat Pon, Sabtu Wage, Minggu Kliwon, Kamis Legi, Senin Pahing dan Sabtu Pahing.

3. Menentukan bulan baik

Selain menentukan hari, perlu juga menentukan bulan.

Ada bulan sesuai tahun Jawa yang kurang baik untuk menggelar pernikahan.

Berikut ini daftar bulan dan tahun yang tak baik untuk menikah:

1. Bulan Sura di Tahun Alip

2. Bulan Sura, Sapar, Jumadilakir, Rejeb, Ruwah dan Syawal di Tahun Ehe

3. Bulan Rejeb, Ruwah dan Sawal di Tahun Jimawal

4. Bulan Bakda Mulud, Jumadilawal, Jumadilakir, Rejeb, Ruwah, Pasa dan Besar di Tahun Je.

5. Bulan Jumadilakir, Rejeb, Pasa dan Sawal di Tahun Dal.

6. Bulan Jumadilakir dan Besar di tahun Be.

7. Bulan Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadilawal dan Pasa pada tahun Wawu.

8. Bulan Mulud, Jumadilawal, rejeb, Ruwah, Sawal dan Besar di Tahun Jimakir.

4. Hindari Hari Buruk

Hari yang perlu dihindari untuk menikah adalah Minggu Pahing, Sabtu Pon, Jumat Wage, Selasa Kliwon, Senin Legi dan Kamis Wage.

Nah itu tadi cara menentukan hari pernikahan dalam kepercayaan Jawa.

Namun semua itu kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena semua hari diciptakan baik. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved