Breaking News:

Berita Saham

Pasar Saham 'Merah' Jelang Tahun Baru 2022, Aliran Modal Asing Keluar Rp 130 Miliar

Sepekan jelang penutupan perdagangan akhir 2021, data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat pada zona melemah atau merah semua.

ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Pekerja merapikan dokumen membelakangi layar informasi pergerakan harga saham pada layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/9). kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terpuruk di titik terendah pada Maret 2020 akibat pandemi covid-19, perlahan bangkit kembali. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Sepekan jelang penutupan perdagangan akhir 2021, data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat pada zona melemah atau merah semua.

Pelemahan pada pekan ini diawali dari rata-rata volume transaksi harian bursa, di mana mengalami penurunan sebesar 0,18 persen menjadi 23,36 miliar saham dari 23,4 miliar saham pada pekan lalu.

"Kapitalisasi pasar selama sepekan turut mengalami pelemahan sebesar 0,57 persen menjadi Rp 8.231,79 triliun dari Rp 8.278,74 triliun pada penutupan pekan sebelumnya," ujar Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono melalui siaran pers yang diterima Tribun, Minggu (26/12).

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan tercatat mengalami penurunan 0,59 persen menjadi 6.562,9 dari posisi 6.601,93 sepekan lalu.

"Kemudian, rata-rata frekuensi harian bursa turut melemah 4,55 persen menjadi 1.250.237 kali transaksi dari 1.309.827 kali transaksi pada pekan sebelumnya," kata Yulianto.

Selain itu, dia menambahkan, pelemahan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) bursa yakni sebesar 16,01 persen. "RNTH berubah 16,01 persen yaitu menjadi Rp 10,52 triliun dari Rp 12,52 triliun pada penutupan pekan lalu," pungkasnya.

Terpisah, Bank Indonesia(BI) dalam laporannya menyebutkan, terdapat aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik selama satu pekan ke belakang.

Berdasarkan data transaksi Bank Indonesia(BI) periode 20 Desember 2021 hingga 23 Desember 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp 130 miliar.

“Nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp0,13 triliun terdiri dari beli neto di pasar SBN (Surat Berharga Negara) sebesar Rp0,08 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp0,21 triliun,” ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono.

Dirinya juga melanjutkan, untuk premi credit default swap (CDS) 5 tahun naik ke level 76,01 bps (basis points) per 23 Desember 2021 dari 75,44 bps per 17 Desember 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved