Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Lawan Covid19

Kronologi Penemuan Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tramidzi menjelaskan kronologi transmisi lokal Omicron ini.

Tayang:
(SHUTTERSTOCK/natatravel)
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). 

TRIBUNJATENG.COM - Saat ini, kasus konfirmasi positif Omicron di Indonesia tercatat berjumlah 47 kasus.

Jumlah tersebut setelah bertambah 1 kasus dari yang sebelumnya berjumlah 46.

Satu kasus baru itu merupakan kasus transmisi lokal dan terjadi di Jakarta.

Baca juga: Muhammad Kece Kritis dan Habiskan 6 Kantong Darah, Sebelumnya Sempat Pingsan saat Sidang


Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tramidzi menjelaskan kronologi transmisi lokal Omicron ini.

"Yang terbaru adalah kasus laki-laki usia 37 tahun yang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir, ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri,” ujar Nadia dalam keterangan persnya, Selasa (28/12/2021) secara virtual.

Nadia menjelaskan, pasien bersama istri tinggal di Medan dan melakukan perjalanan ke Jakarta setiap satu bulan sekali.

Dilansir laman Kemenkes, pada tanggal 6 Desember 2021 mereka tiba di Jakarta dan tanggal 17 Desember 2021 sempat mengunjungi Mall Astha District 8 SCBD.

Selanjutnya pada tanggal 19 Desember 2021 mereka melakukan pemeriksaan antigen di Rumah Sakit Grand Family, Jakarta untuk kembali ke Medan.

Pemeriksaan tersebut menunjukkan hasil positif COVID-19 pada pasien, sementara hasil pemeriksaan antigen istrinya negatif.

 
Kemudian, dilakukan PCR pada tanggal 20 Desember 2021.

Setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium GSI (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium) didapatkan konfirmasi Omicron pada tanggal 26 Desember 2021.

Sebagai tindak lanjut, pasien diisolasi di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Nadia menyebut ini adalah kasus pertama transmisi lokal, sehingga diperlukan pengawasan ketat oleh tenaga medis dan fasilitas lengkap untuk meminimalisir kemungkinan penularan yang terjadi.

Kondisi klinis pasien hingga saat ini tidak bergejala.

“Pengendalian infeksi di rumah sakit itu akan lebih baik dan akan lebih ketat pengawasannya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved