Berita Semarang
Banyak yang Langgar Rambu Larangan Parkir di Jalan Pandanaran, Pengguna Jalan Teriak Pelanggar Buta
Tanda larangan berhenti dan larangan parkir di Jalan Pandanaran masih berdiri kokoh.
Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tanda larangan berhenti dan larangan parkir di Jalan Pandanaran Kota Semarang masih berdiri kokoh.
Namun rambu tersebut seolah seperti Panjangan belaka di tengah hilir mudik kendaraan.
Pasalnya, tak hanya satu atau dua kendaraan terparkir di sepanjang jalan yang juga berjajar pusat oleh-oleh itu.
Para pengemudi baik roda dua atau empat yang memarkirkan kendaraan di tepi jalan tersebut, juga terlihat tak menggubris larangan yang sudah ada.
Kondisi itu acap kali memicu kemacetan di Jalan Pandanaran Kota Semarang.
Terutama saat jam sibuk, di mana trafik lalulintas di Jalan Pandanaran padat. Alhasil ketika ada kendaraan parkir tak sesuai aturan, arus lalulintas langsung tersendat.
Ketika kondisi lalu lintas tersendat, para pengguna jalan yang melintas pun seketika memicingkan mata.
Bahkan beberapa menggumam hingga didengar pengguna jalan lainya.
“Matanya buta atau bagaimana, ada larangan masih saja berhenti sembarang,” kata satu di antara pengendara sepeda motor jenis bebek berjaket merah hitam, yang berhenti mendadak karena kemacetan yang terjadi di Jalan Pandanaran, Kamis (30/12/2021).
Usai mengeluarkan unek-uneknya, pengendara tersebut kembali melaju perlahan di tengah kepungan kemacetan.
Jalan Pandanaran yang berjajar beberapa toko oleh-oleh tersebut memang acap kali terjadi kemacetan, hal itu karena ulah pengemudi yang parkir secara sembarangan untuk mampir ke pusat oleh-oleh.
Masyarakat sekitar pun mengakui kondisi tersebut, seperti halnya yang diutarakan Dedy Adrian warga Randu Sari Kota Semarang yang tinggal tak jauh dari Jalan Pandanaran.
“Kalau hari biasa kemacetan sering terjadi, apalagi saat jam padat dan akhir pekan pasti sampai berjajar-jajar kendaraan yang parkir di tepi jalan,” katanya.
Ia mengatakan, rambu larangan berhenti dan parkir pun hanya jadi pajangan di Jalan Pandanaran.
“Tidak ada gunanya rambu tersebut, harusnya ditertibkan dan ditindak tegas. Wong sudah berlangsung lama hal itu,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lalu-lintas-pandanaran.jpg)