Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Apa Itu Doping? Hoaks Timnas Sepakbola Thailand Didiskualifikasi Final Piala AFF 2020

Apa Itu Doping? Hoaks Timnas Sepakbola Thailand Didiskualifikasi Final Piala AFF 2020

Tayang:
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
Roslan RAHMAN / AFP
Apa Itu Doping? Hoaks Timnas Sepakbola Thailand Didiskualifikasi Final Piala AFF 2020 

Apa Itu Doping? Hoaks Timnas Sepakbola Thailand Didiskualifikasi Final Piala AFF 2020

TRIBUNJATENG.COM - Apa itu doping? Hoaks tentang timnas Thailand yang didiskualifikasi dari final piala AFF 2020 karena penggunaan doping. 

Tim nasional sepak bola Thailand diketahui telah memenangkan laga final leg 1 Piala AFF, Rabu (29/12/2021).

Thailand berhasil mengalahkan Indonesia dengan skor 4-0.

Namun kini terdengar kabar seorang pemain dari timas Thailand dituding menggunakan doping.

Kabar tersebut tenyata bermula dari unggahan sebuah kanal YouTube, Kamis (30/12/2021).

Melalui video yang berjudul AFF GEMPAR THAILAND DI DISKUALIFIKASI PERTANDINGAN HARUS DI ULANG.

Meski merupakan kabar yang tidak benar atau hoaks, video tersebut telah ditonton lebih dari 180 ribu kali ini.

Dalam video kanal YouTube tersebut menuliskan panitian AFF enggan memberi tahu nama pemain yang dituding menggunakan doping tersebut.

Apa itu Doping?

Mengutip BBC, doping adalah zat terlarang yang dikonsumsi oleh atlet untuk meningkatkan performanya.

Istilah lain doping adalah Performance Enhancing Drugs (PED) yaitu jenis obat-obatan yang digunakan oleh atlet

untuk meningkatkan kinerja atletik mereka dalam olahraga kompetitif.

Menurut IOC (Komite Olimpiade Internasional) pada 1990, doping adalah upaya meningkatkan prestasi

dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis.

Alasannya terutama mengacu pada ancaman kesehatan atas obat peningkat performa,

kesamaan kesempatan bagi semua atlet dan efek olahraga "bersih" (bebas doping) yang patut dicontoh dalam kehidupan umum.

Selain obat, bentuk lain dari doping ialah doping darah, baik melalui transfusi darah maupun penggunaan hormon eritropoietin

atau steroid anabolik tetrahidrogestrinon.

Ada beberapa jenis obat-obatan yang dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA)

yaitu androgens, blood doping, peptide hormones, stimulants, diuretics, narcotics, dan cannabinoids.

Adapun, zat yang paling sering digunakan oleh atlet adalah androgen seperti steroid anabolik.

Zat tersebut memungkinkan seorang atlet untuk bisa berlatih lebih keras, pulih lebih cepat, dan membangun lebih banyak otot.

Namun di lain sisi, penggunaan zat tersebut bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan peningkatan agresi.

Penggunaan doping dilarang karena berdampak negatif bagi karir dan masa depan seorang atlet.

Hal itu dikarenakan, dampak negatif dari penggunaan doping dalam jangka panjang seperti menimbulkan ketergantungan,

rusaknya organ atau saraf pada tubuh, rentan terserang penyakit, hilangnya karir dalam dunia olahraga.

Anabolik merupakan jenis steroid yang biasanya digunakan para atlet sebagai doping.

Steroid sendiri adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang didapat dari hasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena.

Steroid merupakan kelompok senyawa yang penting dengan struktur dasar sterana jenuh

Pada umunya steroid berfungsi sebagai hormon.

Semua steroid dibuat di dalam sel dengan bahan baku berupa lemak sterol,

baik berupa lanosterol pada hewan atau fungsi, maupun berupa sikloartenol pada tumbuhan. (tribunjateng/non)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved