Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Piala AFF

Ada Apa dengan Singapura, Dianggap Langgar Aturan Bubble, 4 Pemain Indonesia Dilarang Main di Final

Ada dengan Singapura? Dianggap langgar aturan Bubble, empat pemain Timnas Indonesia dilarang main di final leg kedua ini.

pssi.org
Evan Dimas, yang mengenakan ban kapten warna putih, melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua timnas Indonesia versus Kamboja. 

TRIBUNJATENG.COM, SINGAPURA -- Ada dengan Singapura? Dianggap langgar aturan Bubble, empat pemain Timnas Indonesia dilarang main di final leg kedua ini.

Empat pemain Timnas Indonesia yakni Elkan Baggott, Victor Igbonefo, Rizky Dwi dan Rizky Ridho dilarang tampil pada final leg kedua Piala AFF 2020 yang bergulir sesaat lagi.

Pemerintah Singapura melalui Kepala Singapore Sport Institute, Su Chun Wei mengirimkan email kepada PSSI pada Jumat (31/12/2021) disebabkan empat pemain tersebut melanggar aturan bubble.

“Kita tidak habis pikir dengan pemerintah Singapura terkait kejadian ini. Kami sudah mendapatkan denda dari AFF karena empat pemain tersebut melanggar aturan bubble pada 23 Desember lalu.

Kami sudah membayar denda itu. Kok sekarang secara mendadak mereka menghukum pemain dengan tidak boleh bermain nanti malam," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam keterangan resminya.

Yunus menegaskan aturan ini sangat aneh. Sebab, saat laga pertama (29/12)/2021 Elkan Baggott dan Rizky Ridho bisa bermain.

Dua pemain lain juga tidak ada masalah.

Yunus pun mempertanyakan bahwa selama ini banyak kejadian tidak enak yang menimpa skuad Garuda selama di Singapura.

Hal tersebut seperti makanan yang tidak sesuai gizi dan porsi pemain, Elkan Baggott harus karantina saat sudah tiba dan bermain lawan Laos, dan lain-lain.

Selain itu selama di Singapura, timnas Indonesia meski menjalani sistem bubble harus selantai dan berinteraksi dengan orang umum di Hotel Orchard tempat menginap.

Tentu ini sama saja dengan tidak bubble. Bahkan panitia pertandingan juga tidak menggunakan konsep bubble.

"Ini juga email tidak ada kop surat dan hanya ditulis badan email. Terus dikirim saat malam jelang pergantian tahun baru 2022.

Apakah hal ini disengaja atau sesuai aturan.

PSSI tentu tidak akan berdiam diri terkait ini. Timnas Indonesia banyak dirugikan selama gelaran Piala AFF 2020 di Singapura, kata Yunus.

Terkait masalah ini, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan sudah memerintahkan agar PSSI menulis surat banding kepada pemerintah Singapura.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved