Berita Viral
Kasus Pembunuhan di Subang, Tuti Suhartini Datang Dalam Mimpi Kakaknya, Minta Disempurnakan
Tuti meminta untuk menyempurnakan serta membersihkan sisa-sisa darah yang berada di TKP
TRIBUNJATENG.COM, SUBANG - Kasus pembunuhan di Subang memasuki babak baru dimana polisi merilis sketsa pelaku.
Di tengah upaya polisi mengungkap kasus tersebut, kakak korban Tuti Suhartini bermimpi didatangi sang adik.
Di dalam mimpinya, Tuti Suhartini berujar dan meminta sesuatu.
Sayangnya, permintaan tersebut sulit diwujudkan saat ini.
Baca juga: Saat Polda Jateng Ungkap Kasus Secara Manual: Nongkrong di Jalan Buru Pelempar Batu, Sampai Ga Tidur
Baca juga: 5 Tren Desain Interior yang akan Diminati 2022
Kakak memimpikan Tuti adalah Lilis Sulastri (56).
Ia mengatakan, sang adik yang menjadi korban kasus perampasan nyawa di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu datang di mimpinya.
Tuti meminta untuk menyempurnakan serta membersihkan sisa-sisa darah yang berada di TKP.
Keinginan Lilis memasuki TKP untuk membersihkan rumah tidak bisa terlaksana.
Sebab, rumah tersebut masih dipasangi garis polisi.
Namun, sebelumnya, Danu, salah satu saksi sekaligus keponakan korban sempat memasuki TKP.
"Saya belum lama ini mimpi, kata adik saya dia minta disempurnakan dan membersihkan rumah yang berantakan," kata Lilis kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).
Namun, dengan kasus yang belum terungkap serta TKP yang berada di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang itu masih terdapat garis polisi, keluarga masih belum dapat melaksanakan dari korban.
"Ya sekarang masih belum bisa, kan, masih ada garis polisi juga, cuman sampai kapan, kasihan adik saya itu," katanya.
Lilis pun sedih dan terus memikirkan adik serta keponakannya yang menjadi korban perampasan nyawa ibu dan anak di Subang pada bulan Agustus lalu.
"Kalo diingat-ingat tuh sedih, dalam mimpi bilang ke saya bilang tolong sempurnakan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-kepolisian-saat-kembali-mendatangi-lokasi-kejadian-perampasan-nyawa.jpg)