Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Asal-Usul Kota Bandung, Cerita Rakyat Jawa Barat

cerita rakyat asal usul kota Bandung.Di Bandung, ada sebuah sungai yang bernama Sungai Citarum. Kisah asal-usul Bandung dimulai dari sungai itu. Dahul

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Kompas.com
Asal-Usul Kota Bandung, Cerita Rakyat Jawa Barat 

Asal-Usul Kota Bandung, Cerita Rakyat Jawa Barat

TRIBUNJATENG.COM - Berikut cerita rakyat Jawa Barat asal usul kota Bandung.

Empu Wisesa dan 2 Muridnya

Di Bandung, ada sebuah sungai yang bernama Sungai Citarum. Kisah asal-usul Bandung dimulai dari sungai itu.

Dahulu, ada seorang sakti yang bernama Empu Wisesa. Empu Wisesa memiliki seorang anak perempuan yang bernama Sekar.

Baca juga: Cerita Rakyat Putri Mandalika Asal Lombok

Baca juga: Dongeng Dewi Walangangin Asal-usul Candi Pari Cerita Rakyat Jawa Timur

Baca juga: Dongeng Fabel Keledai yang Suka Merengek

Baca juga: Dongeng Lutung Kasarung dan Purbasari Cerita Rakyat Asal Jawa Barat

Empu Wisesa juga memiliki dua orang murid, yaitu Wira dan Jaka.

Saat Empu Wisesa masih muda belasan tahun sebelumnya, Gunung Tangkuban Perahu meletus dan laharnya mengalir ke desa-desa sekitarnya, sehingga banyak menelan korban jiwa.

Ketika itu, Empu Wisesa mengunjungi desa yang terkena lahar itu, ia menemukan dua orang bayi yang orang tuanya meninggal dunia dan merawatnya.

Kedua bayi itu adalah Wira dan Jaka.

Selain merawat Wira dan Jaka, Empu Wisesa juga menyalurkan ilmu bela diri dan kearifan hidup pada dua muridnya itu.

Namun, dua murid Empu Wisesa itu punya sifat yang sangat berbeda. Wira tetap giat berlatih bela diri meski tidak diawasi. Sedangkan, Jaka akan bermalas-malasan jika tidak diawasi Empu Wisesa.


Memadamkan Lahar Tangkuban Perahu

Suatu hari, Jaka memohon bicara empat mata dengan gurunya.

Rupanya, Jaka ingin melamar anak Empu Wisesa. Empu Wisesa menyetujuinya dan menyampaikan lamaran Jaka pada Sekar.

Tapi, ternyata Sekar hanya ingin menikah dengan Wira. Sekar juga mengatakan pada ayahnya mengapa tidak bertanya pada Sekar lebih dulu sebelum menyetujui lamaran Jaka.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved