Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Perjuangan Sahidun Difabel Banjarnegara, Dulu Buruh Kupas Kelapa, Kini Pengepul dan Peternak Sapi

Keterbatasan fisik tak jadi penghalang bagi Sahidun, warga Desa Situwangi Kecamatan Rakit, Banjarnegara untuk menggapai kesuksesan.  

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Sahidun saat menerima bantuan kendaraan roda 3 dari Kemensos RI di kantor Dinsos Banjarnegara beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG. COM, BANJARNEGARA - Keterbatasan fisik tak jadi penghalang bagi Sahidun, warga Desa Situwangi Kecamatan Rakit, Banjarnegara untuk menggapai kesuksesan.  

Sahidun yang kesulitan berjalan tetap bekerja keras untuk kemandirian.

Tinggal di desa sangat minim lapangan pekerjaan.  Jika pun ada, pekerjaan itu umumnya kasar dengan upah yang minim. 

Untuk pria berfisik normal saja, pekerjaan sebagai buruh di desa cukup berat. 

Terlebih bagi Sahidun, ia tentu lebih berat menjalaninya.

Baca juga: Hendi Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Pasar Johar Semarang

Baca juga: Video Pedagang Gorengan di Sragen Tidak Bisa Tidur Degdegan Mau Ketemu Jokowi

Tapi ia tetap semangat bekerja. Sahidun tak segan menjadi buruh pengupas kelapa di desa. 

Pekerjaan itu jelas berat.

Ia harus menguras keringat di setiap kelapa yang dia kupas menggunakan besi. 

"Untuk satu butir kelapa yang dikupas, upahnya Rp 100," katanya, Rabu (5/1/2022). 

Tapi lama-lama ia terbiasa.

Ototnya sudah terlatih untuk bekerja.  Lembar demi lembar rupiah dari penghasilannya ia tabung untuk masa depan. 

Meski memiliki kekurangan, mentalnya sekuat baja. 

Sahidun ogah terus menerus jadi buruh. Bermodal pengalaman yang dimiliki, Sahidun memberanikan diri banting setir.

Ia memutuskan untuk berwirausaha. Ia membeli hasil bumi, semisal kelapa dan pisang dari petani, lalu menjualnya kembali dan mengambil keuntungan darinya. 

Hanya usahanya masih terkendala. Ia tak  bisa membeli langsung hasil bumi petani dari kebun. Ia juga tak bisa membawa hasil bumi itu keluar karena kendala transportasi. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved