Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bulutangkis

Benarkah Prestasi Praveen/Melati Menurun? Yoppy: Harusnya Diperbaiki di Pelatnas

Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, sepakat jika pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva menurun prestasinya akhir-akhir ini

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
badmintonindonesia.org
Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan melanjutkan perjuangannya hari ini, Jumat (5/11/2021). Mampukah Praveen/Melati melewati hadangan wakil tuan rumah di Perempat Final Hylo Open 2021? 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, sepakat jika pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva menurun prestasinya akhir-akhir ini. Namun, hal itu harusnya menjadi evaluasi bagi pelatihan nasional (pelatnas)untuk memperbaikinya.

"(Prestasi) kalau dibandibgkan tahun sebelumnha betul ada penurunan. Tapi penurunan itu disikapi bukan menyalahkan, tapi mengevaluasi. Apa yang kurang harus diperbaiki. Misal komunikasinya kurang, ya harus diperbaiki," kata Yoppy, Kamis (6/1/2022).

Berhubung keduanya saat itu berada di pelatnas, maka merekalah yang berhak mengevaluasi dan melakukan perbaikan kepada pasangan tersebut.

"Iya mestinya yang menangani hal itu (pelatnas). Kalau mereka di tempat saya, kami yang menangani yang harus mengevaluasi," kata Yoppy.

Berhubung pasangan tersebut tidak menunjukkan prestasi cemerlang akhir-akhir ini, kata Yoppy, ketika harus dipisah dan dipasangkan dengan atlet lain tentu harus ada pertimbangan dari berbagai aspek.

"Pastinya harus mempertimbangkan segala aspek, tapi itu keputusan pelatihnya. Mereka menimbang-nimbang. Kalau dari partner baru mereka memulai dari nol lagi," kata Yoppy.

Diketahui, baru-baru ini beredar kabar pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dicoret dari pelatnas. Kabar itu belum bisa dibenarkan oleh Yoppy, sebab pihaknya sebagai pemangku klub di mana atlet tersebut berasal belum menerima surat resmi.

Memang, kata Yoppy, seluruh atlet di pelatnas dipulangkan ke klub masing-masing sejak pertengahan Desember. Mereka akan kembali dipanggil pelatnas atau tidak tergantung keputusan PBSI setelah seleksi nasional yang berlangsung pertengahan Januari ini.

Untuk atlet pelatnas yang berasal dari PB Djarum, kata Yoppy, berjumlah antara 30 sampai 40 orang. 

"Jadi prinsipnya atlet seperti perusahaan. Proses produksinya tidak boleh berhenti. Misal mereka mau pulang ke kampung, ya tidak masalah asal mereka latihan di sana. Di mana pun mereka berada, menjaga kebugaran harus dilaksanakan," kata dia.

Untuk seleksi atlet masuk ke pelatnas, PB Djarum biasanya mengirimkan 50 sampai 60 atlet. Untuk seleksi kali ini, mereka baru akan berangkat mengikuti seleksi ke Jakarta pada 8 Januari nanti. 

"Kami kirim di 5 nomor. Di U-19 sama beberapa nomor di dewasa," katanya.

Yoppy mengatakan, untuk saat ini hampir seluruh atlet yang masuk sepuluh rangking teratas saat ini tengah fokus menyongsong sejumlah even bergengsi dunia. Misalnya Olimpiade 2024 di Paris dan All England. 

"(Ikut) even luar negeri atas nama PB Djarum bisa. Sponsor pribadi juga bisa. Boleh memilih jalur profesional. Kalau keluar siapa pun atas nama negara. Individu pun sama, atas nama negara," kata dia. (*)

Baca juga: Pengertian Najis mukhaffafah dan Cara Membersihkannya

Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Iki Ati Dudu Boto Ndarboy Genk

Baca juga: Update Virus Corona Jawa Tengah Kamis 6 Januari 2022

Baca juga: Satresnarkoba Polresta Solo Tangkap 3 Tersangka Kasus Narkoba, Ditemukan Barang Bukti Boneka

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved