Berita Blora
Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Blora Habis Diamuk Si Jago Merah
Satu rumah di Kel. Kedungjenar, Kecamatan Blora, Blora habis diamuk si jago merah.
Penulis: ahmad mustakim | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Satu rumah di Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora habis diamuk si jago merah. Diduga karena korsleting listrik.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Hendi Purnomo melalui Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, Pujo Catur Susanto mengungkapkan kronologi kejadian kebakaran tersebut.
"Laporan itu pukul empat sore
lebih 4 menit dari warga terjadi kebakaran kami langsung berangkat dengan satu unit damkar dan 1 unit tangki," ucap Pujo saat ditemui tribunjateng di lokasi, Kamis (06/01/2022).
Tak lama kemudian, lanjut Pujo, pihaknya mengirim lagi dua tangki dari BPBD dan satu unit lagi pemadam kebakaran.
"Karena kebakaran cukup besar, rumah penduduk yang cukup rapat. Kami tambah lagi satu unit damkar suplay dari BPBD, total ada 3 unit damkar dan 4 tangki, " terang dia.
Pujo mengaku kurang tahu pastinya apa saja yang terbakar menurut laporan yang diterimanya, yang punya rumah tidak sedang di rumah.
"Tapi di rumah ada cucunya yang aktif ini kemungkinan dia main listrik atau api tak tau persisnya, tapi warga tau terjadi kebakaran dan kepanikan warga," jelas dia.
"Ini rumah Pak Joko Sumito mantan pegawai samsat," sambungnya.
Pujo mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan mwngatakan ada beberapa kendala dalam menjinakkan si jago merah ini.
"Kendalanya karena akses jalan yang tidak begitu lebar sehingga suplay air sedikit terhambat, keluar masuknya ini maju mundur dulu baru digantikan mobil yang lain," ungkapnya.
Untuk jumlah personil, Pujo mengatakan personil dari BPBD ada 8 orang, dari damkar ada 14 orang.
Api padam setengah jam setelah laporan diterima. Api segera bisa dijinakkan agar tidak merembet ke rumah sekitarnya.
"Estimasi kerugian kurang lebih hingga 400 juta lebih, karena buka kios juga karena dia petugas kelontong jual gas LPG juga. Jadi dari kemungkinan main api," ujarnya.
"Yang terbakar itu satu rumah beserta isinya. Ada kalo 20 tangki. Karena kita ambil isi ambi isi lagi," sambungnya.