Breaking News:

Berita Batang

Industrialisasi Pesisir Miliki Dampak Lingkungan, Wihaji: Antisipasi dan Penataan Perlu Dilakukan

Industrialisasi di pesisir pantai seperti KITB tetap memiliki dampak, dan risiko.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Dina Indriani
Ilustrasi. Proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Industrialisasi di pesisir pantai seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tetap memiliki dampak, dan merupakan  ri

Ilustrasi. Proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Ilustrasi. Proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). (Tribun Jateng/Dina Indriani)

siko terhadap lingkungan pesisir. 

Hal itu disampaikan Bupati Batang Wihaji, namun demikian dikatakannya pemerintah telah mengantisipasi dan meminimalisir dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kawasan KITB. 

"Konsep KITB itukan smart and sustainable artinya smart teknologi tinggi juga sutainable berkelanjutan, sehingga berkelanjutanya terhadap lingkungan juga mesti dijaga," tuturnya usai tanam bibit mangrove di pantai Roban Timur desa Sengon Kecamayam Subah, Jumat (7/1/2022).

Lebih lanjut, konsep penanaman kembali harus diterapkan dengan penataan lingkungan.

"Kita juga sudah perintahkan di sana, pohon - pohon jangan ditebangi, seandainya sekarang ada penebangan akan ditanami kembali, disana juga ada hutan lindungnya," jelasnya.

Dikatakan Wihaji, dari total luasan KITB sebesar 4.300 hektar untuk penggunaan kawasan insustri hanya 40 persen saja. 

"Hanya 40 persen yang digunakan kawasan industri, lainya untuk penataan lingkungan dan pohon," ujarnya. 

KITB berlokasi di desa Kedawung Kecamatam Gringsing merupakan lahan milik PT Perkebunan Nusantara 9 yang dulunya ditanami pohon karet dan tanaman tebu. 

Kawasan industri tersebut digadang gadang mampu Presiden Joko Widodo untuk memulih perekonomian dari dampak pandemi Covid-19. 

Sehingga masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).

Hingga saat ini, KITB sudah ada empat tenant dari mancanegara yang berinvestasi dengan nilai investasinya mencapai Rp 40 Triliun 

"KITB masih proses pembangunan. Sehingga belum bisa kita nilai ketaatannya terhadap lingkungan nanti akan kita nilai ketika ada evaluasi seperti analisa dampak lingkungan dan lain sebagainya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved