Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Peringatan Hari Kartini, Faelasufa Dorong Perempuan Batang Berani Tembus Batas

Dalam momen tersebut, istri Bupati Batang, Faelasufa, menyampaikan pesan bagi perempuan di daerahnya. 

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
HARI KARTINI - Suasana Istri Bupati Batang, Faelasufa saat memimpin apel hari peringatan Kartini di Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (21/4/2026).  

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Batang tahun ini berlangsung semarak, puluhan perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang tampak anggun mengenakan kebaya saat mengikuti apel di halaman Pemkab Batang, Selasa (22/4/2026). 


Nuansa budaya dan semangat emansipasi terasa kuat, mencerminkan perjuangan Raden Ajeng Kartini yang terus relevan hingga kini.


Dalam momen tersebut, istri Bupati Batang, Faelasufa, menyampaikan pesan  bagi perempuan di daerahnya. 


Dia menekankan pentingnya solidaritas dan keberanian dalam meraih mimpi.


“Untuk saling support satu sama lain, jangan menyerah, dan berani mengejar mimpi,” kata Faelasufa kepada Tribunjateng, Selasa (21/4/2026). 


Faelasufa mengungkapkan bahwa peran perempuan di sektor pemerintahan sebenarnya sudah cukup besar.


Bahkan, jumlah aparatur sipil negara (ASN) perempuan di Batang mencapai 57 persen, lebih tinggi dibanding laki-laki yang 43 persen.


Namun, ia menyoroti fakta bahwa jumlah tersebut belum sebanding dengan keterwakilan perempuan di posisi strategis.


“Kalau dicek, yang jadi kepala OPD itu berapa banyak yang perempuan Ini masih menjadi tantangan,” ujarnya. 


Kondisi serupa, lanjutnya, juga terjadi di dunia industri. 


Berdasarkan data 2023, dari 200 perusahaan besar di Indonesia, hanya sekitar 4 persen posisi puncak yang diisi perempuan.


Tantangan Karier dan Pentingnya Support System

Menurut Faelasufa, salah satu hambatan utama perempuan untuk mencapai puncak karier adalah minimnya sistem pendukung atau support system, khususnya dalam pengasuhan anak.


Ia mencontohkan pentingnya akses terhadap layanan penitipan anak dan pendidikan usia dini yang terjangkau namun berkualitas. 


Hal ini dinilai krusial agar perempuan bisa tetap berkarier tanpa mengabaikan peran keluarga.


“Tidak semua orang punya privilege untuk mendapatkan childcare yang berkualitas dan terjangkau. Ini yang perlu dipikirkan bersama,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved