Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Di Jogja, Warga Hadang Rombongan Remaja yang Diduga Hendak Aksi Klitih, Ini Kronologinya

Viral di media sosial aksi warga menghadang dan menangkap rombongan remaja di Jalan Damai, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Editor: m nur huda
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Gerakan dorongan menghilangkan aksi klitih di DIY. #DIYdaruratklitih (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo) 

TRIBUNJATENG.COM, SLEMAN - Viral di media sosial aksi warga menghadang dan menangkap rombongan remaja di Jalan Damai, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warga mencegat dan mengamankan dua orang anggota rombongan remaja yang melintas di kawasan tersebut.

Pasalnya, warga sempat curiga dan menduga anak-anak remaja tersebut hendak melakukan aksi kejahatan jalanan alias klitih.

Dilansir dari Wikipedia, Klitih adalah salah satu fenomena sosial yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan daerah sekitarnya (terutama Klaten dan Magelang). Fenomena ini terjadi pada umumnya terhadap anak muda usia 14-19 tahun yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Pada umumnya, pelaku klitih akan mengincar target, merupakan siswa SMA pesaing atau anggota geng pesaing di daerah yang dianggap sepi kemudian pelaku melakukan perundungan (bullying) secara fisik terhadap pelaku.

Terkadang pelaku juga mengambil barang milik korban bahkan termasuk harta benda sehingga terkadang kejahatan ini termasuk perampokan. Tidak jarang juga korban klitih juga meninggal dunia akibat menderita siksaan fisik yang cukup parah.

Adapun, peristiwa penghadangan oleh warga itu terjadi pada Sabtu (8/1/2022) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

“Awalnya, mereka jalan dari barat ke timur. Ramai-ramai. Gak tahu lah itu mau ngapain. Namanya juga anak-anak,” ungkap Tri, seorang saksi dan warga setempat yang menyaksikan penangkapan tersebut kepada Tribun Jogja.

Tri membenarkan, dua anak itu ditangkap oleh para pengemudi ojek online (ojol) yang sedang mangkal di kawasan tersebut.

Warga setempat yang menyaksikan peristiwa itu juga ikut mengamankan kedua remaja tersebut.

Tangkap layar media sosial yang mengabarkan indikasi anarkis sekelompok orang di Jalan Damai.
Tangkap layar media sosial yang mengabarkan indikasi anarkis sekelompok orang di Jalan Damai. (Istimewa)

“Lebih dari 10 itu. Yang ditangkap yang paling belakang, ada dua orang. Ya, mereka sukanya ramai-ramai. Kalau ramai, berani,” paparnya.

Lebih lanjut, anak-anak itu kemudian diamankan di salah satu halaman ruko.

Namun, menurutnya, warga tidak menghajar dan hanya menanyakan apa yang dilakukan anak-anak di sore hari berbarengan.

Dua anak itu juga sempat berusaha untuk kabur dari massa yang mulai berkumpul.

Warga pun kian banyak yang berkumpul di area tersebut lantaran warga menduga dua anak yang tertangkap ini hendak melakukan klithih.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved