Timnas Indonesia

Shin Tae-yong Belajar Tentang Islam Sejak Melatih Timnas Indonesia

Menjadi seorang pelatih di negara yang punya budaya berbeda, bekal taktik dan strategi saja tidak cukup bagi Shin Tae-yong.

Editor: rival al manaf
MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kiri), nampak sedang berdiskusi dengan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong (tengah), yang baru tiba di Tanah Air seusai bertarung di Piala AFF 2020, 2 Januari 2022. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menjadi seorang pelatih di negara yang punya budaya berbeda, bekal taktik dan strategi saja tidak cukup bagi Shin Tae-yong.

Pelatih timnas Indonesia itu baru-baru ini mengungkap ia juga belajar tentang islam sejak menangani Pratama Arhan dkk.

Belajar tentang islam versi Shin Tae-yong yakni ia berusaha untuk memahami waktu ibadah timnya yang mayoritas beragama Islam.

Baca juga: Heboh Witan Sulaeman Dijemput dengan Pikap Setiba di Palu, Ketum PSSI Langsung Telepon

Baca juga: Langkah Cepat PSIS Semarang Antisipasi Kepergian Pratama Arhan, Rekrut Eks Arema dan Persib

Baca juga: Gaji Pelatih Thailand Dinaikan, Kini Sama dengan Shin Tae-yong Tertinggi Se Asia Tenggara

Hal itu dilakukan Shin Tae-yong untuk menyesuaikan program yang ia rancang bersama Timnas Indonesia.

Penyesuaian tersebut diharapkan tidak mengganggu hak beribadah para pemain dan staff pelatih Timnas Indonesia.

Shin Tae-yong pun mengaku belajar hal tersebut dari salah seorang dokter islam yang berada di Jakarta.

Dokter yang diyakini pernah mendampingi Shin Tae-yong ketika sakit ternyata pernah diajak bercerita sang pelatih soal Islam selama tiga jam lamanya.

"Sejak awal saya mencoba memahami budaya islam, pernah ada seorang dokter di Jakarta yang merupakan penganut agama Islam," cerita Shin Tae-yong dilansir Sportalkorea.

"Saya pernah memintanya untuk bercerita soal agama Islam selama kurang lebih tiga jam lamanya,".

 "Saya belajar hal soal islam dari sana, terutama bagian-bagian mana yang harus saya perhatikan,".

"Saya berjanji kepada pemain dan pelatih lokal untuk terus menghormati waktu beribadah mereka," tambahnya.

Lebih lanjut, tindakan berkelas yang dilakukan Shin Tae-yong didasari atas keinginannya untuk bisa menyusun agenda tanpa menghilangkan hak beribadah timnya.

"Saya juga akhirnya tahu ibadah itu bisa dilakukan pada waktu tertentu," jujur Shin Tae-yong.

"Saya melakukannya dengan baik tanpa merasakan ketidaknyamanan dalam latihan,” tegas pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved