Breaking News:

Berita Semarang

10 Pasien di Isoter Rumdin Dinyatakan Sembuh, Covid-19 di Semarang Tersisa 8 Kasus

Sebanyak 10 pasien yang dirawat di isolasi terpusat rumah dinas (rumdin) Wali Kota Semarang telah dinyatakan sembuh. 

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 10 pasien yang dirawat di isolasi terpusat rumah dinas (rumdin) Wali Kota Semarang telah dinyatakan sembuh. 

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, pasien di Kota Lunpia saat ini tinggal delapan setelah sebelumnya sempat berada pada angka 18 kasus. 


"Alhamdulillah sudah turun. Kasus tinggal delapan. Kemarin yang di isoter sudah sembuh 10," papar Hakam, Rabu (12/1/2022). 


Hakam merinci, sebanyak enam pasien masih dirawat di rumdin dan dua lainnya dirawat di rumah sakit. Dua orang yang dirawat di rumah sakit merupakan pasien dari luar kota. 


Tiga pasien yang dirawat di rumdin masih mengalami gejala ringan berupa batuk. Sedangkan tiga lainnya tidak mengalami keluhan. 


"Yang di RS ada dua dari luar kota, yang satu hamil," sebutnya. 


Dinkes Kota Semarang masih terus melakukan random sampling deteksi dini Covid-19 untuk menekan penyebaran kasus. Pada pekan pertama, random sampling dilakukan di sekolah. Kemudian, dilanjutkan pekan kedua ke pasar dan pusat perbelanjaan. Sedangkan pekan ketiga, Dinkes menyasar ke perkantoran baik swasta maupun pemerintah. Terakhir pekan keempat, random sampling dilakukan di tempat pariwisata. Giat ini terus berputar setiap waktu. 


Ditemukannya kasus di perkantoran beberapa waktu lalu, menurutnya, dikarenakan para karyawan kantor memiliki mobilitas yang tinggi. Terutama, saat momentum libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) lalu. Mereka bisa saja berpergian ke luar kota. 


"Kalau kantor Pemerintah Kota Semarang tidak mengizinkan keluar kota, alhamdulillah aman.  Kantor-kantor lain kami tidak bisa jamin karena mereka punya peraturan sendiri. Kami tidak bisa mengatur karena bukan di wilayah pemkot," terangnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved