Berita Kesehatan
Manfaat Pule Pandak Untuk Pengobatan Antihipertensi hingga Vertigo
Pule Pandak termasuk tumbuhan semak yang saat ini makin jarang ditemukan. Meskipun kurang populer, Pule pandak merupakan tanaman obat
TRIBUNJATENG.COM - Pule Pandak termasuk tumbuhan semak yang saat ini makin jarang ditemukan.
Meskipun kurang populer, Pule pandak merupakan tanaman obat yang banyak khasiatnya.
Pule pandak dengan nama latin Rauvolfia verticillata L. adalah salah satu jenis tanaman obat dari genus Rauvolfia dan tergolong berasal dri famili Apocynaceae.
Morfologi
Pule pandak merupakan semak yang mencapai ketinggian 3 m.
Batangnya berkayu, bulat bercabang, permukaannya agak kasar dan berwarna putih pucat.
Bentuk daun tunggal, berkarang 3-4, berwarna hijau atau hijau kekuningan, panjangnya mencapai 5-15 cm, lebarnya dapat mencapai 3-8 cm.
Bunganya majemuk, berbentuk payung, dan berwarna putih kemerahan.
Buah pule pandak saat muda berwarna hijau dan saat dewasa berwarna putih keabuan, berebntuk lonjong, dan berpasangan dua-dua.
Akarnya tunggang, bulat dan berwarna kuning. (LIPI, 1999).
Manfaat
Ekstrak dari tumbuhan pule pandak dapat menyeimbangkan aktivitas enzim pada jantung.
Akar dan batang pule pandak dapat dimanfaatkan sebagai obat darah tinggi, malaria hingga tifus.
Reserpin yang terkandung dalam akar pule pandak juga dapat diektrak pada musim dingin, kemudian dikeringkan dan digunakan dalam bentuk serbuk maupun cairan untuk mengatasi hipertensi dan vertigo.
Reserpin mengatasi hipertensi dengan cara menghambat kerja saraf adreganik yang mengatur kerja jantung sehigga penghantaran impuls saraf jantung dan pembuluh darah lebih teratur.
Sedangkan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan luar seperti luka berdarah, memar dan pengobatan gigitan ular (Sudrajat dan Wijaya, 2019).
Ekologi
Di alam Pule pandak dapat tumbuh baik pada daerah terbuka baik dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan jenis tanah yang subur, banyak humusnya dan kaya akan bahan nitrogen dan zat organik, dengan curah hujan rata-rata per tahun 200 sampai 250 cm pada ketinggian sampai 1000 – 2100 (khusus di Jawa) m dpl, dikawasan hutan hujan tropis, hutan jati, kawasan yang terbuka maupun ternaungi dengan tingkat keasaman 5-6,5 dan dengan temperatur berkisar 10-38 %.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pule-Pandak-termasuk-tumbuhan-semak-yang-saat-ini-makin-jarang-ditemukan.jpg)