Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Omicron Terus Mengganas di Sejumlah Negara, Ekuador Siaga Merah

Ekuador menyatakan siaga merah di sebagian besar negara itu pada Minggu (16/1), setelah kasus covid-19 naik 10 kali lipat karena Omicron.

Editor: Vito
(SHUTTERSTOCK/natatravel)
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). 

TRIBUNJATENG.COM, QUITO - Sejumlah negara di berbagai belahan dunia masih terus mencatatkan lonjakan kasus covid-19, terutama dipicu masifnya penyebaran varian terbaru, Omicron.

Ekuador menyatakan siaga merah di sebagian besar negara itu pada Minggu (16/1), setelah kasus covid-19 naik 10 kali lipat karena Omicron.

Siaga merah berlaku untuk 193 dari 221 wilayah politik di Ekuador, termasuk daerah yang padat penduduk, seperti Quito dan Guayaquil. Selain itu, sekolah juga diliburkan hingga 21 Januari sebagaimana dilansir AFP.

Awalnya, rata-rata kasus harian di Ekuador sebanyak 4.000. Namun, dalam sepekan terakhir, kasus covid-19 naik menjadi lebih dari 42.000 pada pekan kedua Januari.

“Jumlah infeksi ini adalah yang tertinggi yang kami catat sejak awal pandemi,” kata Wakil Menteri Kesehatan Ekuador Jose Ruales.

Menurut Johns Hopkins University, kasus rata-rata harian tertinggi di Ekuador hingga akhir 2021 hanya lebih dari 13.000, dari 25 April hingga 1 Mei tahun lalu.

Ruales mengatakan, lonjakan terbaru adalah kombinasi dari varian Omicron yang sangat menular, serta perayaan Natal dan tahun baru.

Ekuador telah mencatat 614.000 kasus dan 34.200 kematian akibat covid-19 sejak awal pandemi, dari populasinya yang berjumlah 17,7 juta. 

Pada Desember 2021, Ekuador mewajibkan vaksin, dan telah mulai mengimunisasi semua penduduknya yang berusia di atas 5 tahun. Sekitar 81 persen dari populasi yang memenuhi syarat sudah mendapat vaksin Covid-19 dosis lengkap.

Adapun, Inggris Raya, meliputi Inggris, Wales, dan Irlandia Utara mencatat 70.924 kasus covid-19 dan 88 kematian terkait virus corona dalam periode 24 jam terakhir. Angka harian pada Minggu (16/1) itu tidak termasuk Skotlandia karena masalah teknis.

Angka tersebut mengikuti 81.713 kasus positif dan 287 kematian (orang dalam 28 hari setelah tes pertama positif untuk covid-19), yang dilaporkan di seluruh Inggris pada Sabtu (15/1).

Namun, angka itu turun dari 270 kematian yang dilaporkan di Inggris pada Jumat (14/1), 335 kematian pada Kamis (13/1), dan 398 kematian pada Rabu (12/1).

Minggu lalu ada 141.472 kasus baru dan 246 kematian dilaporkan di seluruh Inggris, demikian laporan dari Sky News. Itu terjadi ketika pembatasan virus corona di Inggris dapat dicabut pada akhir Januari.

Ketua Partai Konservatif, Oliver Dowden mengatakan kepada Sky News pada Minggu, bahwa ada harapan berkat tanda-tanda yang membaik.

Aturan Rencana B saat ini, yang mencakup wajib memakai masker di beberapa pengaturan, penggunaan paspor vaksin atau tes aliran lateral negatif untuk memasuki beberapa tempat, dan bekerja dari rumah jika memungkinkan, akan ditinjau dalam 10 hari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved