Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Omicron

Virus Omicron Menyebar hingga 10 Hari, Selalu Waspada Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat

Varian baru Omicron telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. Jenis virus ini sangat mudah menular.

(SHUTTERSTOCK/natatravel)
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Varian baru Omicron telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. Jenis virus ini sangat mudah menular.

Varian yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan tersebut telah menyumbang lonjakan kasus di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, Singapura, Turki, dan lain-lain.

Sebuah bukti terbaru mengungkapkan, bahwa penularan varian Omicron tidak lebih singkat dibandingkan varian sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Petugas Kesehatan Masyarakat Kanada Dr. Theresa Tam.

Melansir Global News, penelitian awal yang baru-baru ini dilakukan di Jepang memperlihatkan periode penularan dari varian Omicron tidak lebih pendek dibandingkan varian virus corona yang telah ada sebelumnya.

Dituliskan, pelepasan virus dan viral load tidak benar-benar menurun hingga hari ke 10 atau setelah timbul gejala atau pengumpulan spesimen sesudah diagnosis.

Studi tersebut memperlihatkan viral load tertinggi di antara pasien Omicron terjadi 3-6 hari setelah gejala mulai muncul dan menghilang sekitar 10 hari. 

“Seseorang yang terinfeksi masih bisa menyebarkan virus hingga 10 hari,” ujar Tam. 

Kendati begitu, bukan berarti masa isolasi tidak bisa disesuaikan dengan tindakan pencegahan yang tepat.

Melakukan penyesuaian periode isolasi membawa sejumlah risiko tertentu dan membuat penerapan protokol kesehatan menjadi lebih penting.

“Kami menyadari karena begitu banyak orang terinfeksi Omicron saat ini, menjaga kelangsungan bisnis dan layanan kritis sangat menantang,” tutur dia.

Sementara itu, perkembangan sebaran varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal dengan varian Omicron di Indonesia terus bertambah.

Per Rabu, 19 Januari, jumlah kasus Omicron meningkat menjadi 882 kasus.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kemudian merinci, dari 882 kasus Omicron tersebut, 649 merupakan kasus dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Kemudian 174 kasus transmisi lokal, dan 59 lainnya masih diteliti sumber penularannya.

"Kasus PPLN terbanyak asal negara keberangkatan adalah Arab Saudi 113 kasus. Kemudian Turki 107 kasus, Amerika Serikat 72 kasus, Malaysia 57 kasus, dan Uni Emirat Arab 47 kasus," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/1).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved