Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Jembatan Gantung Kaliwungu Licin saat Hujan, Maryati Terpaksa Bayar Ojek untuk Antar Anak ke Sekolah

Jembatan menjadi akses penting warga yang tinggal di sekitar sungai. Termasuk jalur perekonomian.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
khoirul muzaki
Warga melintas di jembatan gantung Desa Kaliwungu Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara 

TRIBUNJATENG. COM, BANJARNEGARA -- Jembatan menjadi akses penting warga yang tinggal di sekitar sungai. Termasuk jalur perekonomian.  Begitu pun jembatan gantung di Desa Kaliwungu Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara.  Jembatan sepanjang sekitar 60 meter itu berdiri di atas Sungai Sapi. 

Warga hilir mudik melintasi jembatan itu. Masalahnya, jembatan itu hanya bisa diakses kendaraan roda dua.  Padahal banyak kebutuhan warga yang harus diangkut menggunakan kendaraan roda empat atau mobil.  Termasuk untuk mengangkut hasil bumi. 

Musim penghujan seperti saat ini jadi ujian tersendiri bagi warga seperti Maryati, warga Rt 1 Rw 8 Dusun Silangit Desa Kaliwungu. Saat hujan turun, badan jembatan berbahan besi itu menjadi licin. 

Jika tak pandai mengatur keseimbangan, pengendara bisa terjatuh. Padahal, di bawah jembatan mengalir sungai cukup dalam. Maryati tak berani melintas dan tak mau mengambil risiko saat hujan. 

"Kalau hujan jembatan jadi licin, saya takut melintas, " katanya

Padahal ia tiap hari harus bolak balik melintasi jembatan itu untuk mengantar anaknya ke sekolah dasar (SD) di seberang sungai. 

Karena tak berani menyeberang, Maryati terpaksa membayar tukang ojek untuk mengantar anaknya ke sekolah tiap hari. Ia yang hanya ibu rumah tangga harus terbebani dengan pengeluaran lebih untuk jasa ojek. 

"Kalau hujan licin, saya gak berani antar anak sendiri. Jadinya pakai jasa ojek, Rp 300 ribu sebulan, " katanya

Meski posisi jembatan sudah tinggi, sungai di bawahnya tetap memgancam. Saat banjir, muka air bisa naik hingga menyentuh badan jembatan. Seperti terjadi beberapa waktu lalu, banjir bahkan sampai merusak infrastruktur jembatan. 

Ia berharap, ada perhatian dari pemerintah terhadap penderitaan warga. Terlebih jembatan ini menjadi akses utama warga di beberapa desa di Kecamatan Mandiraja, bukan hanya Desa Kaliwungu. 

"Harapannya bisa dibangun jembatan permanen, yang layak dilalui kendaraan, "katanya. (*)

Baca juga: Singapura Laporkan Kematian Pertama Pasien Covid-19 Varian Omicron

Baca juga: Epidemiolog: Vaksin Booster Sangat Efektif Hadapi Omicron

Baca juga: Korban Meninggal Kecelakaan di Jalan Raya Kudus Naik 72 Persen Sepanjang 2021

Baca juga: 1 Personel Satgas Damai Cartenz Terluka dalam Baku Tembak dengan KKB Pimpinan Lamek Taplo

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved