Berita Video
Video Kesenian Lengger Wonosobo Ngetren di Kalangan Remaja
Banyak kesenian tradisional yang eksistensinya terancam karena tergerus modernitas.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNBANYUMAS. COM, WONOSOBO - Berikut ini video Kesenian Lengger Wonosobo ngetren di kalangan remaja.
Banyak kesenian tradisional yang eksistensinya terancam karena tergerus modernitas.
Bahkan, sebagian terancam atau sudah punah karena tiada generasi yang melestarikan.
Menariknya, Kesenian Topeng Lengger khas Kabupaten Wonosobo tak bernasib sama dengan seni tradisi lainnya. Kesenian itu terus tumbuh di tengah gempuran modernitas.
Di kota kecil berhawa sejuk ini, regenerasi seniman lengger masih terus berjalan. Di antaranya melalui dunia pendidikan.
Kamis sore, (20/1/2022), puluhan siswa SMPN 2 Selomerto antusias mengikuti latihan tari yang menjadi salah satu ekstrakurikuler sekolah.
Meski peluh sudah membasuh tubuh, mereka tak menghentikan gerakannya. Mereka terus hanyut dalam tarian yang diiringi syair gendingan.
Mereka sudah piawai memainkan berbagai jenis tari mulai tari Sulasih, Kebogiro, Sutang Walang, Jangkrik Ginggong, Melik-melik, Sarindoro, Gondang Keli, Kinayakan, Rangu-rangu, dan banyak jenis tari lainnya.
Bocah belasan tahun itu ternyata bukan hanya aktif menari untuk ekstra kurikuler. Di kampung, mereka juga aktif di grup-grup Kesenian Lengger.
Tingginya animo siswa menari Lengger ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Kesenian Topeng Lengger, khususnya di Kabupaten Wonosobo.
Guru ekstra kurikuler tari sekaligus seniman Wonosobo Mulyani mengatakan, di SMPN 2 Selomerto, terdapat 122 siswa maupun siswi yang mendaftar ekstra kurikuler tari tradisi.
Ini menjadikan ekstrakurikuler tari tradisi paling banyak diminati di banding ekstrakurikuler lain di sekolah itu.
"Ektrakurikuler tari paling banyak pendaftarnya di sini, " katanya
Mulyani mengatakan, kesenian Lengger di Wonosobo bukannya tanpa tantangan. Kesenian itu sempat berangsur ditinggalkan seiring menjamurnya hiburan masyarakat yang lebih modern.
Tapi beberapa tahun belakangan ia melihat tradisi ini justru bangkit, bahkan mengalami kemajuan. Jika dulu banyak yang gengsi memainkan tari tradisi, kini kesenian itu digandrungi, termasuk generasi muda.