Mensos Risma Datangi Lokasi Banjir Bandang di Pekalongan
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meninjau korban banjir bandang di Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meninjau korban banjir bandang di Dukuh Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (25/1/2022).
Banjir bandang ini terjadi pada hari Rabu (19/1/2022), mengakibatkan belasan rumah rusak parah dan dua rumah hanyut dibawa banjir bandang, selain itu juga Mensos memberikan bantuan sembako untuk para korban.
"Saya ada laporan soal longsor. Saya tidak ingin kalau antisipasinya kita tidak tepat. Saya khawatir, akan ada korban jiwa."
"Makanya, kalau longsor biasanya saya langsung datang. Nah, tapi ini tadi saya dibawa yang banjir bukan longsor," kata Mensos Tri Rismaharini kepada Tribunjateng.com.
Selain meninjau rumah yang terkena banjir bandang, Mensos Risma juga melihat Bendungan Kletak yang alurnya membelok.
"Tadi saya coba analisa, saya juga kebetulan mantan Wali Kota dan insinyur meskipun arisitek. Jadi saya tahu bagaimana, kira-kira bisa diselesaikan untuk sementara," imbuhnya.
Menurutnya, dampak global warming cukup besar sekali, yang dulu daerah tidak banjir sekarang banjir.
"Nah karena itu, memang antisipasi kita memang harus lebih siap, tidak bisa kita membiarkan atau menerima karena dampaknya kepada masyarakat," ujarnya.
Pihaknya menilai, banjir bandang yang terjadi di wilayah Dukuh Kranji, Kecamatan Kedungwuni ini dikarenakan adanya penyempitan sungai akibat endapan yang cukup besar.
"Oleh karena itu, kita memang harus melakukan langkah-langkah, tadi saya tanya kepada pak sekda berapa alat beratnya ? dia jawab ada dua sekarang posisi ada di tempat longsor. Ok, kami akan bantu satu alat berat yang akan menangani di lokasi banjir," tambahnya.
Sementara itu, Mustakim (40) warga RW 4, RT 1 Dukuh Kranji, Kecamatan Kedungwuni menceritakan, sebelum banjir bandang terjadi itu, hujan turun sangat deras sekali. Lalu, air sedikit-sedikit mulai naik dan masuk ke pemukiman.
"Hujan deras itu sekitar 3 jam, mulai dari pukul 15.00 WIB hingga malam hari.alu, banjir bandangnya sendiri dua kali. Ketinggian banjir itu satu meter lebih," katanya.
Adanya bencana banjir tersebut, kondisi rumahnya terhanyut banjir bandang.
"Ada 2 rumah hanyut, dan belasan yang lain rusak, serta tembok jebol," imbuhnya.
Ia menambahkan, adanya kejadian ini sudah ada bantuan dari pemerintah seperti sembako, pakaian, dan kasur lantai.