Berita Banjarnegara

Tak Ada Regenerasi, Profesi Bajak Kerbau di Banjarnegara Terancam Punah

Senin siang, terik matahari terasa menyengat tapi Santosa dan Nuryanto masih semangat.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Kegiatan membajak sawah menggunakan kerbau di Desa Jenggawur Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara 

Memiliki kerbau bagi dia punya keuntungan ganda. Berbeda dengan ternak lain, kerbau bisa dipakai sebagai alat kerja untuk membajak sawah.

Ia mencontohkan, saat ini, jasa bajak kerbau dihargai Rp 100 ribu per hari. Jika borongan, operator bisa meraup Rp 1,2 juta untuk membajak sawah setiap bahunya atau seluas sekitar 7500 meter persegi. 

Penghasilan itu tentu lumayan untuk ukuran matapencaharian di desa.  Selebihnya, hewan itu dimanfaatkan layaknya ternak lain. Kerbau bisa dijual untuk menghasilkan pundi rupiah. 

Sayangnya, tetap saja, jarang generasi yang berminat untuk menggeluti profesi itu sekarang. Anak-anak muda desa lebih suka merantau ke kota atau bekerja sebagai buruh, meski pekerjaannya sama kasar. 

"Kerbau umur setahun bisa laku Rp 10 juta. Bisa buat bajak umur 3 tahun, " katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved