Guru Berkarya
Meningkatkan Pembelajaran Bilangan Bulat melalui Model Pembelajaran RL
Proses pembelajaran dapat di sebut sebagai sarana guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Oleh: Suprihatin SPdSD, Guru SDN 5 Sumberagung Kec Ngaringan Kab Grobogan
PROSES pembelajaran merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan pendidikan. Proses pembelajaran dapat di sebut sebagai sarana guru dalam menyampaikan materi pembelajaran termasuk pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika adalah suatu kegiatan memberi materi yang berbentuk ide-ide abstrak sehingga siswa mampu mengartikan dan mempergunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. Pembelajaran matematika didapatkan pada semua jenjang pendidikan terutama jenjang pendidikan dasar atau SD. Hal ini dilakukan sebagai sebuah penanaman konsep kepada siswa tentang berbagai perhitungan. Mata Pelajaran matematika erat kaitannya dengan angka dan berhitung. Matematika kerap menjadi pelajaran yang tidak disukai bahkan cenderung dihindari oleh banyak siswa.
Sebagian besar siswa berpendapat bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan tidak menyenangkan. Siswa sering mengalami kesulitan memahami rumus-rumus matematika dan akhirnya siswa tidak menyukai pelajaran ini. Siswa SDN 5 Sumberagung Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan turut merasakan permasalahan yang sama tentang pelajaran matematika. Guru harus segera hadir dan dapat mengatasi permasalahan yang muncul dengan menerapkan cara belajar yang berbeda.
Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran matematika kelas enam di SDN 5 Sumberagung Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan materi tentang perhitungan bilangan bulat adalah model pembelajaran Reciprocal Learning. Suyatno (2009:64). Reciprocal Learning merupakan model pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip pengajuan pertanyaan dimana siswa ketrampilan-ketrampilan metakognitif diajarkan melalui pengajaran langsung dan pemodelan oleh guru.
Andi Hakim Nasution (1977: 12) menambahkan bahwa Reciprocal Learning adalah model pembelajaran kooperatif dengan model diskusi dan memberikan kesempatan proses berfikir siswa dengan saling bertukar pengalaman belajar. Model Reciprocal Teaching menempatkan siswa (peserta didik) sebagai subyek belajar yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang berbeda-beda.
Pelaksanaan proses pembelajaran dengan model pembelajaran Reciprocal Learning dimulai guru menjelaskan kompeensi dasar, tujuan pembelajaran, materi awal dan model pembelajaran yang akan diterapkan. Guru bertanggung jawab memimpin tanya jawab dan melaksanakan ke empat strategi pembelajaran terbalik yaitu merangkum, menyusun pertanyaan, menjelaskan kembali dan mengevaluasi.
Guru kemudian menerangkan cara merangkum, menyusun pertanyaan, menjelaskan kembali dan memprediksi jawaban yang dipersiapkan. Selama membimbing siswa melakukan latihan, guru meminta siswa dalam menyelesaikan yang diminta dari tugas yang diberikan berdasarkan kepada materi yang disampaikan. guru dan siswa membaca bahan ajar tertentu yang ditugaskan dalam kelompok-kelompok kecil dan guru mendemonstrasikan empat keterampilan, merangkum bacaan tersebut, mengajukan satu atau dua pertanyaan, menjelaskan atau mengklarifikasi point-point sulit dan memperkirakan apa yang terdapat pada tulisan berikutnya. Siswa mengambil giliran melaksanakan peran guru dan bertindak sebagai pemimpin diskusi untuk kelompok tersebut.
Sementara guru memberikan dukungan, umpan balik, rangsangan ketika siswa mempelajari keempat strategi pemahaaman mandiri tersebut dan membantu mereka saling mengajar satu sama lain. Dapat dikatakan guru bertugas sebagai fasilitator dan pembimbing dalam pembelajaran, yaitu meluruskan atau memberi penjelasan mengenai materi yang tidak dapat dipecahkan secara mandiri oleh siswa.
Model pembelajaran ini ternyata sangat efektif digunakan untuk siswa karena bisa memberikan kemandirian kepada siswa dalam belajar. Siswa dilatih untuk belajar lebih berani mengungkapkan pendapatnya di depan umum. Disamping itu, siswa lebih memperhatikan yang disampaikan oleh guru karena dapat menghayati pelajaran sendiri. Model ini juga menumbuhkan sifat menghargai guru saat mengadakan pembelajaran dikelas. Hasil belajar siswa terpantau meningkat secara optimal sesuai yang diharapkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Suprihatin-SPdSDSDN-5-Sumberagung-Kecamatan-Ngaringan-Kabupaten-Grobogan2.jpg)