Tanoto Foundation
Sabet 2 Award, Kepala Sekolah Mitra Tanoto Foundation Gemilang di UGM
Kepala MIM Patikraja berhasil membawa pulang dua penghargaan workshop di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
TRIBUNJATENG.COM - Kabar bahagia datang dari MI Muhammadiyah Patikraja Banyumas. Setelah tiga hari mengikuti workshop di Universitas Gajah Mada (UGM), Indra Gunawan – kepala MIM Patikraja, berhasil membawa pulang dua penghargaan.
Penghargaan tersebut adalah Outstanding Program Planning on Recycle Circular Award atau penghargaan untuk sekolah yang mampu membuat perencanaan program daur ulang terbaik, serta kategori Outstanding Dedicated Principal on Circular School Initiative atau penghargaan untuk kepala sekolah yang memiliki dedikasi tinggi terhadap program sekolah sirkular.
Banyak hal yang dipelajari dalam Indonesia Green Principal Award (IGPA) tersebut.
“Peserta belajar banyak tentang bumi. Kami tidak hanya menghitung seberapa boros sumber daya yang digunakan sehari-hari tapi juga memikirkan model bisnis canvas yang cocok untuk sekolah. Karena nantinya, semua itu adalah bagian dari program ekonomi sirkular sekolah,” papar Indra.
Ekonomi sirkular merupakan alternatif dari ekonomi linier tradisional. Konsep ekonomi sirkular adalah menjaga sumber daya agar dapat digunakan untuk rentang waktu yang lama.
“Jadi, tujuan ekonomi sirkular ini memang untuk mengoptimalkan pengolahan limbah. MIM Patikraja terpilih menjadi sekolah sirkular yang goals-nya nanti adalah zero waste. Untuk mencapai itu, dalam pengelolaan sampah sekolah, kami akan menerapkan prinsip ekonomi sirkular (circular economic) yang disebut 5R, rethink, reduce, reuse, repair, & recycle,” jelas Indra.
Kegiatan yang digelar 20 – 22 Januari 2022 tersebut merupakan awal dari rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama 9 bulan ke depan.
Dalam 9 bulan itu, sekolah mitra Tanoto Foundation tersebut akan mendapatkan pendampingan dalam pelaksanaan program yang telah direncanakan. Pendampingan dilakukan langsung oleh Pusat Inovasi Agro-Teknologi (PIAT) dan Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) UGM Yogyakarta.
Indra mengaku tidak perlu waktu lama untuk merancang program sebab sekolahnya telah terlebih dahulu melakukan beberapa program ekonomi sirkular, seperti pengelolaan administrasi dalam bentuk e-administrasi.
E-administrasi menjadi salah satu program unggulan MIM Patikraja. Pasalnya, dalam penilaian kinerja kepala madrasah yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, MIM Patikraja berhasil menghemat penggunaan kertas.
“Tidak sampai 1 rim lho yang kami gunakan. 80 persen data yang kami sajikan kepada asesor ada di drive sekolah. Kami menyewa drive yang dibayar pertahunnya. Ini sangat efisien, efektif, dan ramah lingkungan. Sebagai kepala sekolah, saya sangat dimudahkan saat melakukan supervisi administrasi. Di mana pun berada, saya hanya membutuhkan link untuk supervisi.” ujar Indra dalam sesi wawancara (27/1).
Selain e-administrasi, Indra mengatakan bahwa sekolahnya juga telah melakukan pembuatan sumur resapan untuk penampungan air hujan. Telah dilakukannya dua program tersebut membuat Indra memilih mengajukan program pengelolaan sampah. Sampah organik yang berupa sisa makanan, semua dikumpulkan menjadi satu lalu diberikan pada tetangga untuk dijadikan pakan ternak.
“Pengelolaan sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos tidak menjadi opsi kami. Selain butuh tempat untuk pengelolaannya, juga perlu beli alat-alatnya. Jadi, kami memutuskan untuk mengelola sampah dengan anggaran yang paling minim,” tutur Indra.
Untuk pengelolaan sampah plastik, akan dijadikan dalam bentuk ecobrick dan dijual di marketplace.
“Harga ecobrick ukuran botol 600ml bisa sampai 6 ribu rupiah. Wah, ini jadi peluang bagus kan. Lebih mahal dari harga air mineralnya, lho!” jelas Indra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/indra-gunawan1.jpg)