Book Lover

Sukai Buku Bertema Biografi, Mita Belajar Arti Sukses Lewat Karya Arianna Huffington

Berawal dari kebiasaan membaca komik semasa SD, Mita Anistya (36) kini ketagihan membaca buku.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Mita Anistya 

TRIBUNJATENG.COM - Berawal dari kebiasaan membaca komik semasa SD, Mita Anistya (36) kini ketagihan membaca buku.

Sebelum mengenal novel atau buku biografi, sewaktu kecil Mita rutin membaca komik Doraemon, One Piece, dan Candy-candy.

Mita mengatakan, semenjak itu hingga kini bekerja, dia selalu menyempatkan waktu untuk membaca.

Bagi Mita, dari aktivitas membaca selain menambah pengetahuan juga dapat belajar hal-hal baru dan tentang menjalani hidup ini, terutama melalui buku biografi yang sekarang tengah digemarinya.

Baca juga: MU Total Berkomentar Menyoal Kasus Kekerasan Domestik Mason Greenwood

Baca juga: Rekap Pertandingan Timnas Indonesia Menang Skor 3-0 Atas Timor Leste, Kontribusi Gol Pemain Papua

“Hampir semua genre buku suka, hanya saat ini lebih banyak membaca buku biografi tokoh, seperti Jack Ma, Emha Ainun Najib, dan tokoh-tokoh di bidang lain.

Serunya membaca buku biografi itu kita bisa dapat perspektif lain dan menyelami realitas dari kisah tokoh tersebut. Apalagi kalau bukunya menulis perjalanan hidup tokoh terkenal atau berpengaruh, kita bisa melihat narasi kehidupan dia, lika-likunya bagaimana, itu mengesankan,” kata Mita kepada TribunJateng.com.

Mita menyatakan, selama menjalani aktivitas membaca buku dalam seminggu mampu menyelesaikan satu buku, bergantung jumlah halamannya.

“Apabila tanggung jawab pekerjaan sedang padat ditambah halaman bukunya terlalu tebal, biasanya bisa selesai membaca dalam waktu sebulan,” kata HRD Noormans Hotel Semarang tersebut.

Meski kini lebih memilih membaca buku biografi, Mita mengaku, sebelumnya lebih banyak waktu senggangnya digunakan untuk membaca buku-buku fiksi. Mita menyatakan, salah satu penulis buku fiksi favoritnya adalah Dee Lestari. Bahkan, dia membaca berkali ulang novel Dee, Madre, yang terbit tahun 2011. “

Novel dengan tebal 160 halaman tersebut merupakan novel dengan cerita kuliner yang memikat seolah penulisnya tidak kehabisan akal membangun narasi dari lapisan kisah, dengan tema utama sebuah usaha toko roti,” katanya.

Ia menambahkan, adapun buku biografi sampai sekarang yang masih dianggap memiliki cerita perjalanan hidup sangat kuat ketimbang buku-buku biografi lain berjudul Thrive: The Third Metric to Redefining Success and Creating karya Arianna Huffington (2014).

Dari membaca buku itu, Mita mengaku, banyak belajar tentang nilai-nilai kehidupan bahwa mencapai kekayaan serta bisa berkuasa tidak selalu akhirnya diingat orang setelah meninggal.

“Ini yang seolah sedang banyak orang alami, termasuk saya. Bahwa, kita bekerja atau melakukan apa pun tidak hanya untuk kaya.

Tapi, jika orang ingin bahagia, dia perlu bisa membagi waktu untuk kerja dan keluarga sehingga tercapai ketenangan batin,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved