Berita Banyumas

Asal Usul Bahasa Ngapak, Ternyata Warisan Majapahit

Santernya kontroversi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang dikaitkan dengan era Majapahit membuat diskusi tentang Majapahit selalu menarik

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Khoirul Muzaki
Diskusi Sejarah #9 Historia bertemakan Budaya Majapahit di Jawa TengahTengah secara daring, Minggu (30/1/2022) 

TRIBUNJATENG. COM, BANJARNEGARA - Santernya kontroversi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang dikaitkan dengan era Majapahit membuat diskusi tentang Majapahit selalu menarik. 

Karenanya, Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Minggu (30/1/2022) menggelar Diskusi Sejarah #9 Historia bertemakan Budaya Majapahit di Jawa Tengah. 

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari seluruh Indonesia itu dipandu Ketua Litbang AGSI Lilik Suharmaji dengan pemateri Ari Burhan dari Jepara dan Heni Purwono dari Banjanegara. 

Dalam materinya, Heni Purwono, ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Kabupaten Banjarnegara mengungkapkan, salah satu budaya Majapahit yang tidak lekang oleh zaman di Banyumas Raya adalah keberadaan bahasa Panginyongan atau yang populer disebut bahasa Ngapak. 

"Kosa kata Panginyongan yang dipakai oleh masyarakat Banyumas Raya banyak yang sama dengan bahasa Jawa Pertengahan era akhir Majapahit, " katanya, Senin (31/1/2022). 

Hal itu, menurut dia, menunjukkan budaya Majapahit masih eksis di Banyumas Raya.  

Tak hanya dalam tradisi lisan, tambah Heni, tradisi tulis dalam babad Banyumas juga banyak kosa kata yang sama dengan Pararaton maupun Negara Kertagama sebagai kitab babon era Majapahit. 

Banyumas Raya yang wilayahnya berbukit-bukit terkenal dengan istilah "adoh Ratu perek watu", jauh dari pusat kerajaan dekat dengan gunung-gunung. 

Karena letak geografis itu, ia menilai masyarakat Banyumas Raya secara bahasa tidak terpengaruh bahasa Jawa baku yang muncul ketika era Mataram Islam dan masih memakai bahasa warisan era Majapahit. 

Ia berharap bahasa Jawa Panginyongan terus dilestarikan. Karena selain untuk komunikasi, di dalamnya ada juga watak egaliter, jujur atau _blaka suta_ sebagai identitas warga Banyumas Raya yang masih relevan sepanjang zaman. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved