Berita Pekalongan

PAUD di Pekalongan, Turut Deklarasikan Sekolah Ramah Anak

Sekolah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan untuk dapat mewujudkan sekolah ramah anak (SRA).

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar
Dokumentasi Kominfo Kota Pekalongan
Yayasan 99 Semi Kota Pekalongan ikut deklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA)   

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sekolah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan untuk dapat mewujudkan sekolah ramah anak (SRA).

Kali ini sebanyak tiga satuan pendidikan dari yayasan 99 semi Kota Pekalongan yaitu TK Wiji, KB Wiji dan TPA Thukul mendeklarasikan sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA).

Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan, Anak, dan Remaja (LP-PAR) Kota Pekalongan, Nur Agustina, menyambut baik dan mendukung atas komitmen yayasan 99 semi untuk mendeklarasikan sebagai sekolah ramah anak dan menjadi satuan pendidikan yang sudah mendeklarasikan SRA di Kota Pekalongan.

Baca juga: 3 Hari Menikah, Pengantin Pria Rudapaksa Tukang Pijat hingga Bunuh Istri dan Sepupu

Baca juga: Kisah Haru Driver Ojol Buat Kaki Palsu Sendiri dari Knalpot, Berjuang Biayai Anak Sakit Kanker

"TK Wiji termasuk yang awal dari pendidikan anak usia dini dan berani mendeklarasikan SRA," kata Ketua LP-PAR Kota Pekalongan Nur Agustina, Senin (31/1/2022).

Diungkapkan Agustin, sekolah ramah anak bukanlah suatu program, tetapi gerakan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memberantas tiga isu besar yakni kekerasan seksual, bullying, dan intoleransi.

Pihaknya menjelaskan, dengan memenuhi kluster sesuai 54 pasal Konvensi Hak-Hak Anak (KHA) yang mencakup 10 hak dasar anak, satuan pendidikan tersebut sudah menunjukkan komitmen untuk mewujudkan SRA.

"Di 54 pasal KHA mencakup kluster. Di antaranya, kluster hak sipil kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, perlindungan khusus. Jadi, semua itu mencakup semua hak harus dipenuhi 10 hak dasar, 10 hak dijalankan saja itu sudah menunjukkan komitmen bahwa sekolah sudah mewujudkan ke arah sana," jelasnya.

Baca juga: Tanpa Gelar Pasar Semawis, Hendi Sambut Baik Perayaan Imlek Secara Sederhana

Baca juga: Kisah Haru Driver Ojol Buat Kaki Palsu Sendiri dari Knalpot, Berjuang Biayai Anak Sakit Kanker

Sementara itu, Kepala Sekolah Sri Widiati mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya memberikan fasilitas dan layanan pendidikan sesuai standar SRA.

"Saat ini, kita menempati gedung lama, rencana akan pindah masih dalam taraf pembangunan, sekaligus kita lengkapi. Saya berharap kami dan warga sekitar bisa turut serta mendukung sekolah ramah anak," ungkapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved