Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Tak Sekadar Liburan, Wisata Edukasi Batik Jadi Magnet di Pekalongan

Libur Lebaran 2026 menunjukkan tren meningkat pada kunjungan ke Museum Batik Pekalongan yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/PEMKOT PEKALONGAN
MEMBATIK - Pengunjung sedang mencoba membatik menggunakan cap di Museum Batik Pekalongan, Jumat (27/3/2026). Pada musim libur Lebaran 2026, museum di Pekalongan ini masih menjadi favorit wisatawan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Libur Lebaran 2026 tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat, tetapi juga diisi dengan kegiatan wisata yang bernilai edukasi.

Tren tersebut terlihat dari meningkatnya kunjungan ke Museum Batik Pekalongan yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Sejak awal masa libur, museum yang dikenal sebagai pusat edukasi batik ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah.

Tidak hanya wisatawan lokal, sejumlah pengunjung dari luar kota hingga luar pulau juga turut memanfaatkan momentum Lebaran untuk mengenal lebih dekat kekayaan batik khas pesisir.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Warga Kota Pekalongan Diminta Waspada

Pemkot Pekalongan dan BPJS Perkuat Jaminan Sosial Pekerja Konstruksi

Rizki, wisatawan asal Batang sengaja mengajak rekannya dari Sumatera untuk berkunjung ke museum tersebut. 

Dia menilai, museum ini menjadi sarana tepat untuk memperkenalkan budaya batik kepada masyarakat luas.

"Di sini kami bisa melihat berbagai jenis batik, sekaligus menikmati pameran tematik bernuansa Islam yang sedang berlangsung," ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Selain menyajikan koleksi batik dari berbagai daerah, museum juga menawarkan pengalaman interaktif bagi pengunjung.

Mereka dapat mempelajari proses pembuatan batik secara langsung, mulai dari mengenal alat seperti canting hingga mencoba praktik membatik menggunakan teknik cap maupun tulis.

"Pengalaman ini memberikan, pemahaman yang lebih mendalam tentang proses produksi batik, yang selama ini dikenal sebagai salah satu warisan budaya Indonesia," imbuhnya. 

Hal senada disampaikan Umi, pengunjung asal Bekasi.

Dia menyebut, kunjungan perdananya ke museum tersebut memberikan kesan yang berbeda karena konsepnya yang edukatif dan interaktif.

"Konsepnya menarik, tidak hanya melihat, tetapi juga bisa belajar langsung. Anak-anak sampai orang dewasa bisa menikmati" ungkapnya.

Bersama rombongan, Umi berkeliling ruang pameran untuk mengenal berbagai peralatan membatik, jenis pewarna, hingga mengikuti praktik membatik secara langsung.

"Selain berlibur, kami juga mendapatkan pengalaman belajar yang memperkaya wawasan tentang batik sebagai bagian dari warisan budaya bangsa," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved