Berita Solo

Viral Pengakuan Pria Asal Solo Aktivis Mahasiswa Lakukan Pelecehan Seksual

Dalam utas yang membuat banyak orang kaget itu, UK menulis pengakuan terkait semua aksi pelecehan seksual yang ia lakukan.

Editor: m nur huda
(SHUTTERSTOCK/YAKOBCHUK VIACHESLAV)
Ilustrasi pelecehan seksual. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Viral di media sosial Twitter, seorang pria berinisial UK yang berprofesi sebagai penulis buku mengungkapkan pengakuannya.

Dalam utas yang membuat banyak orang kaget itu, UK menulis pengakuan terkait semua aksi pelecehan seksual yang ia lakukan.

Ia menuliskan kronologi pelecehan seksual yang ia lakukan dengan detail.

Dalam pengakuannya, UK mengaku ada sejumlah hal pelecehan seksual yang dia lakukan, tidak hanya satu.

Informasi yang didapat TribunSolo.com, UK merupakan penulis dari LPM Kentingan, sebuah wadah organisasi ekstrakampus di Universitas Sebelas Maret, atau UNS Solo.

Pengakuan di Twitter ini disebut merupakan permintaan yang diminta oleh para korban pelecehan seksual dari UK.

Sejauh ini, belum ada informasi apakah korban melaporkan peristiwa ini ke kepolisian.

Tetap Bisa Diproses Hukum

Terpisah, LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) menyebut kasus pelecehan seksual dapat diproses hukum meski korban tidak melaporkan ke kepolisian.

Selain itu, para korban pelecehan seksual diminta lebih berani melawan pelaku melakukan aksi bejatnya.

Direktur LBH APIK Yogyakarta Rina Imamwati mengatakan kasus pelecehan seksual merupakan delik umum, bukan delik aduan.

"Pelaku pelecehan seksual dapat diproses hukum karena bukan delik aduan," ucap Rina, kepada TribunSolo.com, Minggu (30/1/2022).

Lanjut, Rina mengatakan banyak terjadi kasus pelecehan seksual terhadap perempuan karena mudah terlena dengan iming-iming pelaku.

Bahkan, sebut dia, perempuan maubmenerima hubungan seks dengan iming-iming menjadi pacar bahkan istri pelaku.

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved