Berita Kudus

Kudus Dilirik Investor Tiongkok, Bupati: Perizinan dan Keamanan di Sini Saya Jamin

Bupati Kudus siap menjamin pemodal yang menanamkan investasinya di Kudus. Bentuk jaminan tersebut berupa perizinan dan keamanan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
Kompas.com
Ilustrasi -- Seorang wanita memanaskan uang Yuan di dalam microwave supaya terhindar dari virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus siap menjamin pemodal yang menanamkan investasinya di Kudus. Bentuk jaminan tersebut berupa perizinan dan keamanan.

"Tentunya kami sendiri kasih perangsang untuk perizinan dan keamanan di sini saya jamin. Semuanya akan lancar dan baik," ujar Bupati Kudus HM Hartopo, Selasa (1/2/2022).

Hartopo berujar, untuk saat ini sudah ada investor dari Tiongkok yang akan menanamkan modal untuk mengembangkaan sejumlah tempat di Kudus. Misalnya untuk pengembangan eks Matahari dan eks Ngasirah.

Untuk kedua tempat tersebut, kata Hartopo, pihaknya sudah menyusun draf nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU).

"Sudah kami buat draf sudah kami kirim ke Tiongkok tapi sampai sekarang belum ada balasan," kata dia.

Diketahui, untuk eks Matahari harapannya dikembangkan menjadi mal dan eks Ngasirah dikembangkan menjadi mal dan hotel bintang lima.

Selain kedua tempat tersebut, kata Hartopo, pihaknya juga sudah menandatangani MoU terkait pengolahan sampah. Kali ini investornya juga dari Tiongkok. 

"Terkait yang masalah pengolahan sampah sudah kami tandatangani MoU itu, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut lagi," kata dia.

Diperkirakan nilai investasi pengolahan sampah itu mencapai triliunan rupiah. Jika terlaksana, maka sampah akan diolah menjadi biogas kemudian dijual ke pembangkit listrik.

Kemudian lanjut Hartopo, beberapa titik lain di Kudus yang juga dilirik investor Tiongkok yakni beberapa di desa di lereng Gunung Muria. Misalnya Desa Rahtawu, Desa Ternadi, dan Colo.

"Kami sudah ketemu (investornya) di Jakarta. Katanya sana mau survei lokasi dulu," kata dia.

Pengembangan yang akan dilakukan di beberapa desa tersebut yaitu kereta gantung. Hanya saja sampai saat ini memang belum ada MoU.

Memang, kata Hartopo, beberapa titik lokasi yang ditawarkan pihaknya untuk dikembangkan dilirik oleh pengembang swasta asal Tiongkok. Sebelumnya, pihaknya telah menawarkan ke beberapa investor.

"Sementara sudah kami tawarkan muter. Ketemu kepala daerah, saya bilang ada tidak (investor), saya punya ini-ini. Sementara belum ada (selain dari Tiongkok)," kata dia. (*)

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC Vs Barito Putera BRI Liga 1, Duel Bintang dan Mantan Timnas

Baca juga: Anggota Polres Wonogiri Latihan Sispam Mako, Antisipasi Serangan

Baca juga: UIN Walisongo Berduka, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Meninggal

Baca juga: Mobil Honda Jazz Terjun ke Jurang Dieng Wonosobo

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved