Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

PGN Dianggap Jadi Backing Prostitusi & Karaoke di Pati, Senopati Gunawan: Hoaks

Pemerintah Kabupaten Pati bersikap tegas mengenai penutupan kawasan prostitusi Lorok Indah alias Lorong Indah (LI) di Margorejo.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto menerima kedatangan para pentolan organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN) di Pati, Sabtu (29/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati bersikap tegas mengenai penutupan kawasan prostitusi Lorok Indah alias Lorong Indah (LI) di Margorejo.

Pemkab juga akan segera membongkar bangunan-bangunan yang berada di sana.

Pembongkaran dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan di sana sebagai kawasan pertanian pangan berkelanjutan.

Langkah Pemkab Pati untuk mengakhiri riwayat kawasan lokalisasi yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun itu mendapat dukungan berbagai pihak. Di antaranya para tokoh agama dan organisasi masyarakat (ormas).

Pada Sabtu (29/1/2022) lalu, Bupati Pati Haryanto menerima kedatangan para pentolan Patriot Garuda Nusantara (PGN) di Pati.

Senopati PGN Pati Raya Gunawan, Senopati PGN Makoda Pati Slamet Widodo, dan Ketua PGN Makoda Pati Supriyanto datang untuk menyampaikan dukungan pada pemerintah daerah sekaligus menyampaikan klarifikasi.

Mereka merasa perlu menyampaikan klarifikasi, karena belakangan beredar anggapan bahwa PGN adalah ormas yang menjadi backing LI dan tempat hiburan malam karaoke di Pati.

Gunawan menuturkan, PGN selalu mendukung pemerintahan yang sah, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun pusat.

Sebab, menurutnya, PGN boleh dibilang anak dari Kemenkumham.

“Kalau PGN ada rumor datang di Pati hanya sebatas sebagai backingan tempat prostitusi dan kafe karaoke, bagi kami itu hoaks. Karena PGN dulu saya bawa ke Pati sendirian sejak 4 tahun lalu. Kemudian 23 Januari 2020, kami sudah secara resmi legal-formal di Kesbangpol,” tutur dia.

Senada, Senopati PGN Makoda Pati Slamet Widodo mengatakan, sesuai AD/ART, PGN bersifat bela negara dan bertujuan menangkal radikalisasi dengan turut memberi informasi bila ada dugaan tindak pidana terorisme. PGN mengusung thoriqoh kebangsaan.

“Yang menyangkut karaoke dan sejenisnya, PGN tidak ada urusan. Kami ini satu-satunya ormas yang dibaret dan dilantik jenderal-jenderal aktif dan Menhan. Kami cukup bangga dengan itu, mahal harganya kalau ditukar dengan sekadar karaoke,” tegas dia.

“Sesuai AD/ART, kami tidak bicara tentang karaoke. Maka PGN di Pati bukan backing karaoke. Itu pun sudah dijelaskan Senopati Tertinggi kami, Abah Nuril Arifin (Gus Nuril),” sambung Slamet.

Ia menegaskan, anggota PGN tidak boleh bermain-main di lingkaran karaoke maupun minuman keras.

Jika ada oknum yang mengatasnamakan PGN dan membela tempat hiburan malam, ia mempersilakan pihak berwenang untuk menindak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved