Berita Otomotif
IAMI Optimistis Perpanjangan Diskon PPnBM Dorong Pertumbuhan Pasar Kendaraan Komersial Tahun 2022
PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI) optimistis tahun ini akan menghasilkan pencapaian lebih baik dibandingkan tahun 2021
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Astra Isuzu Motor Indonesia (IAMI) optimistis tahun ini akan menghasilkan pencapaian lebih baik dibandingkan tahun 2021.
Disampaikan Vice President Director PT IAMI Jap Ernando Demily, hal itu melihat sejumlah faktor pendukung yang dinilai positif bagi industri otomotif nasional, termasuk bagi Isuzu di Indonesia.
“Kami tetap melihat 2022 adalah tahun yang penuh optimisme. Harusnya lebih optimis ketimbang 2021. Kami percaya pasar otomotif secara umum dan pasar kendaraan komersial tetap tumbuh menggembirakan,” kata Ernando dalam Isuzu Media Gathering 2022 yang digelar secara daring, Rabu (2/2/2022).
Ernando memaparkan, beberapa faktor pendukung yang mencerahkan tahun ini yakni berlanjutnya kebijakan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM) untuk kendaraan di bawah Rp 200 juta. Kebijakan itu dinilai akan berkontribusi positif bagi industri otomotif, seperti yang terjadi pada 2021.
Lalu, faktor pendukung yang mendorong pasar kendaraan komersial tahun ini, seperti makin membaiknya harga komoditas batu bara, kelapa sawit, dan nikel. Belum lagi meningkatnya industri cold chain saat masa pandemi.
Faktor pendukung lainnya, lanjut Ernando, proyek infrastruktur pemerintah yang mulai berjalan kembali. Termasuk adanya faktor perkembangan industri e-commerce yang tahun 2021 mencapai lebih dari Rp 400 triliun, naik 51 persen dari tahun 2020.
“Makanya kami optimistis pasar kendaraan niaga tetap akan tumbuh,” sambungnya.
IAMI menargetkan tahun ini bisa meraih peningkatan pangsa pasar untuk segmen ELF sebesar 25 persen, lalu segmen Giga 14 %, dan Traga sebesar 35 %.
Ernando menjelaskan, tahun 2021 lalu, Isuzu meraih kinerja gemilang. Segmen ELF mencetak rekor tertinggi dengan pangsa pasar 23,2 %.
Lalu segmen Giga 13 persen, dan Traga 30,7 persen. “Angka ini dibarengi produksi yang meningkat 80 persen di tahun 2021, dengan total produksi 32.819 unit,” kata dia.
Total produksi itu, selain untuk pasar domestik, juga diekspor ke tujuh negara. Total ekspor kendaraan Isuzu sepanjang 2021 sebanyak 5.005 unit.
Angka itu naik 41 persen dibandingkan 2020 yang tercatat 3.554 unit.
Ernando optimistis, tahun 2022 ini ekspor kendaraan Isuzu bisa meningkat. IAMI menargetkan akan mengekspor 6.486 unit mobil Isuzu.
Ernando melanjutkan, faktor pendukung lainnya yang tak kalah penting, di penghujung tahun 2021, bertepatan dengan GIIAS, Isuzu memperkenalkan produk terbaru All New Isuzu MU-X 4x4 dan D-Max. Kedua produk itu mengangkat mesin 1900 cc dengan tenaga lebih besar.
Ernando yakin, produk baru itu bisa memberi kinerja optimal, sama seperti kendaraan komersial Isuzu lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/IAMI-2-feb.jpg)