Berita Banjarnegara
Konon Cikal Bakal Majapahit dari Ini, Nasib Buah Maja yang Memprihatinkan
Nama Majapahit mengemuka seiring bergulirnya wacana penamaan ibu kota baru, Nusantara.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA -- Nama Majapahit mengemuka seiring bergulirnya wacana penamaan ibu kota baru, Nusantara.
Pemilihan Nusantara sebagai nama ibu kota relatif bisa diterima masyarakat. Ini mengingat nama Nusantara sudah ikonik menggambarkan kepulauan Indonesia.
Istilah Nusantara pun memiliki akar sejarah yang panjang.
Nama Nusantara dilontarkan Patih Kerajaan Majapahit Gajah Mada dalam Sumpah Palapa untuk menyebut wilayah atau pulau-pulau yang perlu ditaklukkan Majapahit.
Asal kata Majapahit sendiri, konon, dari salah satu sumber, berasal dari kata Maja dan Pahit.
Ini berawal dari cerita Raden Wijaya bersama pengikutnya saat membuka hutan untuk pemukiman. Di situ mereka menemukan pohon Maja dan mencoba memakan buahnya namun rasanya pahit.
Pohon Maja sampai saat ini masih bisa dijumpai. Meski tak jelas apakah Maja yang dikenal masyarakat selama ini sama dengan yang dimaksud dalam legenda penamaan Kerajaan Majapahit.
Pohon Maja nyatanya sudah semakin jarang dijumpai, ketimbang tanaman lain yang lebih populer saat ini.
Bahkan tidak semua warga mengenal tanaman ini atau pernah mencicipi buahnya. Tak ayal banyak yang penasaran dengan buah yang sering dikaitkan dengan cikal bakal Kerajaan Majapahit ini.
Di areal persawahan Desa Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, puluhan Pohon Maja tumbuh subur.
Masto, warga Kutawuluh sengaja menanam tanaman itu di pinggiran sawah teraseringnya. Tanaman itu sudah ada sejak zaman leluhurnya.
"Sudah ada sejak dulu. Dari orang tua saya sudah ada, " katanya, Rabu (2/2/2022)
Masto menanam Maja bukan tanpa alasan. Menurut dia, pohon Maja memiliki akar yang kuat sehingga bisa mencegah terjadinya longsor.
Ia membuktikannya sendiri. Sawahnya yang berada di lahan miring relatif aman dari pergerakan karena dipagari pohon Maja.
Selain itu, ia belum mengetahui fungsi lebih tanaman itu. Buah Maja yang rimbun di pohon pun tidak ia petik karena tak mengetahui kegunaannya.
Buah Maja memang tampak menggoda dari tampilan luar. Kulit Maja bewarna hijau segar dengan permukaan mulus.
Tapi isinya tak sebagus tampilan luarnya. Rasa buah Maja, menurut dia, sama sekali tidak enak atau pahit dengan aroma tak sedap. Karena itu, buah itu tidak dikonsumsi masyarakat.
Meski begitu, ada saja orang yang mencari buah Maja hingga ia memberikannya dengan cuma-cuma.
"Suka ada yang minta. Katanya buat obat. Tapi saya tidak tahu cara buatnya, " katanya. (*)
Baca juga: Update Virus Corona Jawa Tengah Rabu 2 Februari 2022
Baca juga: Kejaksaan Negeri Solo Tangkap DPO Kasus Korupsi RSUD Bengkinang Riau di Nusukan Banjarsari
Baca juga: Belanja Dengan Uang Palsu, Wanita di Banyumas Sempat Diarak Warga dan Diamankan Polisi
Baca juga: Video Korban Miras Oplosan di Jepara Sempat Mengeluh Sakit Kepala, Dada Sesak, Pagi Meninggal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pohon-Maja.jpg)