Berita Nasional

WNA Mengadu soal Permainan Karantina, Jokowi Minta Kapolri Usut Tuntas

Para Warga Negara Asing (WNA) mengadu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pelaksanaan karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

(NSPLASH/ERIC MCLEAN via Kompas.com
Ilustrasi karantina 

TRIBUNJATENG.COM - Para Warga Negara Asing (WNA) mengadu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pelaksanaan karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Dilaporkan Kompas.com, Jokowi meminta Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit untuk mengusut tuntas praktik ini.

"Saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina.

Baca juga: Video Para Jemaat Ikut Vaksin Booster Dulu Sebelum Ibadah di Kelenteng Tay Kak Sie Semarang

Sudah, karena saya sudah mendengar dari beberapa orang asing komplain ke saya mengenai ini," jelas Jokowi, Selasa (1/2/2022).


Kemudian terkait adanya aduan dari WNA tersebut diperkuat dengan unggahan di akun Instagram milik Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno pada Sabtu (29/1/2022).

WNA asal Ukraina tersebut mengeluh soal karantina di salah satu hotel di Jakarta.

"Di hari terakhr karantina, di salah satu hotel di Jakarta, mereka mendapat kabar bahwa tes PCR yang mereka ambil sebelum meninggalkan hotel menunjukkan hasil 'positif," tulis Sandiaga.


Hal ini pun memohon pertolongan agar dilakukan tes PCR kembali.

Namun petugas hotel diduga tak mengizinkan wisatawan itu untuk melakukan tes PCR dari pihak lain selain yang telah disediakan.

Setelah itu, wisatawan tersebut justru diberikan tawaran perpanjangan karantina dengan biaya besar saat meminta tes PCR ulang.

 
Wisatawan ini pun merasa ditipu.

"Mereka memohon pertolongan agar bisa melakukan tes PCR ulang karena percaya bahwa hasilnya salah dan tentunya akan memakan biaya lebih besar lagi," jelas Sandiaga.

Terkait Aduan Permainan Karantina Diterima Presiden, Pengamat: Potret Buruk Tata Kelola Karantina

Mengenai aduan WNA terkait permainan karantina bisa sampai ke Presiden Jokowi, pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mengatakan bahwa hal semacam ini menjadi potret buruk dalam tata kelola karantina di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved