Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Mahasiswa KKN Ke-Indonesia-an Laksanakan Program Penghijauan di Banyumas

Mahasiswa KKN ke Indonesiaan yang berasal dari UMP, UHAMKA dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung adakan kegiatan penghijauan.

Editor: abduh imanulhaq
UMP PURWOKERTO
Mahasiswa KKN Ke-Indonesia-an mengadakan penghijauan di Desa Cipete, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Minggu (30/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Mahasiswa KKN Ke-Indonesia-an yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), UHAMKA, dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung mengadakan penghijauan di Desa Cipete, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Minggu (30/1/2022).

Penghijauan ini diikuti perangkat desa, masyarakat sekitar, dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMP. 

Kordinator Desa Wiji Utomo yang berasal dari FKIP UMP mengatakan kegiatan penghijauan bertujuan konservasi lahan dan air, menambah suplai oksigen di desa yang masih jarang pepohonan.

“Pohon yang ditanam sebanyak 500 pohon hasil bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas. Lokasi penanaman di kawasan perbukitan yang banyak ditumbuhi rerumputan tetapi jarang pohon kerasnya,” katanya.

Ketua LPPM UMP Dr Suwarno MSi dalam sambutannya menyampaikan penghijauan dilakukan mahasiswa KKN bersama warga desa sebagai cara konservasi lahan dan air.

Tanaman yang ditanam akan menjaga lahan dan air untuk menjaga dari bahaya erosi, khususnya di lereng yang terjal.

Mahasiswa KKN ke Indonesiaan adakan kegiatan penghijauan di Desa Cipete Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas yang diikuti perangkat desa, masyarakat sekitar dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMP, Minggu (30/1/2022).
Mahasiswa KKN ke Indonesiaan adakan kegiatan penghijauan di Desa Cipete Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas yang diikuti perangkat desa, masyarakat sekitar dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMP, Minggu (30/1/2022). (IST)

“Penghijauan ini akan memberi suplai oksigen untuk sekitarnya, selain berfungsi sebagai penyerap air. Beberapa Pohon jati yang ada dikatakan kurang bagus untuk mencegah erosi dan longsor karena sifat perakarannya, oleh karena itu perlu menggunakan alternatif selain jati yaitu angsana dan jabon seperti yang akan ditanam. Salah satu tanaman yang tidak sekedar mencegah longsor tapi bisa dimanfaatkan buahnya adalah tanaman pete,” jelasnya.

Menurutnya, pohon pete selain bisa mengurangi longsor lahan juga menambah nilai ekonomi bagi masyarakat karena buahnya bisa menghasilkan uang.

Dia mengatakan program mahasiswa ini akan menjadi penggerak masyarakat untuk melakukan konservasi lahan.

“Kegiatan penghijauan yang dilakukan mahasiswa KKN bersama masyarakat ini juga didukung oleh perangkat desa dan kepala SD Muhammadiyah Cipete (MUCI). Dalam kegiatan yang dilakukan selama sehari ini berhasil menanam semua pohon sumbangan Dinas Lingkungan Hidup yang berjumlah 500 pohon,” jelasnya.

Kepala Sekolah SD MUCI yang lokasinya dekat dengan area penghijauan menyampaikan kegiatan mahasiswa KKN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar lokasi penghijauan. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved