Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wawancara Khusus

WAWANCARA : KH Mahsun Tegaskan NU Konsisten Jaga Keutuhan NKRI

PWNU Jateng yang diwakili oleh Wakil Ketua PWNU, DR. KH. Mahsun Mahfudz berbincang santai bersama Tribun Jateng dalam program Tribun Topic.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/ist
DR KH Mahsun Mahfudz, Wakil Ketua PWNU Jateng 

TRIBUNJATENG.COM -- PWNU Jateng yang diwakili oleh Wakil Ketua PWNU, DR. KH. Mahsun Mahfudz berbincang santai bersama Tribun Jateng dalam program Tribun Topic.

Dipandu host Elyn Windiyastuti, Kiai Mahsun memaparkan program apa saja dalam rangka Harlah ke 96 Nahdlatul Ulama.

Video Tribun Topic tayang di Medsos Tribunjateng dan kali ini disajikan kepada pembaca onlin maupun koran cetak Tribun Jateng yang ditranskrip oleh reporter Saiful Ma'sum. Berikut petikan wawancaranya.

Harlah ke-96 NU ini PWNU Jateng ada acara apa saja?

Terkait dengan Harlah NU ini, jika pakai hitungan hijriyah ke-99, kalau pakai hitungan masehi ke-96. Ada dua penanggalan, kalau masehi 31 Januari, kalau hijriyah 16 Rajab.

Kita di PWNU Jawa Tengah untuk memperingati hari lahirnya Nahdlatul Ulama ini mengadakan beberapa acara, difokuskan pada 10 dan 11 Februari di Masjid Agung Jawa Tengah nanti.

Di sana nanti kita kegiatan dua hari. Kamis, rangkaian harlah dan Jumatnya musyawarah kerja PWNU Jateng.

Kegiatannya apa saja?

Kegiatannya untuk harlah pada, Kamis pagi pukul 07.00 -14.00 khotmil Quran oleh Jamiyatul Quro wal Khuffadz, salah satu badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

Disambung pembukaan musyawah kerja dan harlah yang rencana akan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Setelah itu, ada pembukaan bazar produk warga Nahdlatul Ulama yang sudah diorganisir oleh Majlis Wakil Cabang NU se-Jawa Tengah.

Setiap kabupaten/kota, kita minta menampilkan satu produk unggulannya. Ada 36 stand yang ada diisi produk hasil warga NU. Bazar ini rencana akan dibuka wali Kota Semarang.

Kegiatan ini untuk umum?

Harlah ini sedianya kita siapkan kegiatan untuk umum. Namun karena kondisi masih pandemi Covid-19, rencana kami bikin salawat habib Syech.

Dengan berbagai pertimbangan, harlah ini kami peruntukkan untuk warga NU struktural. Diikuti 36 PCNU se-Jateng, dan sekitar 343 MWC di Jawa Tengah.

Bagaimana NU menangkal paham-paham intoleransi?

Internal NU sendiri sering kami lakukan adalah penanaman dan peneguhan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyah, baik struktural maupun kultural.

Ini selalu kami tekankan, kemudian keberpihakan terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI ini menjadi suatu komitmen yang selalu kami dengungkan.

Di bidang eksternal, kami lakukan upaya supaya kelompok atau saudara sedang menekuni Islam kanan 'ranah radikaime', kita berikan dakwah, arahan, dan bekerjasama dengan aparat jika diperlukan dalam bentuk tindakan.

Kami membantu aparat dalam pencegahan preventif dan tindakan langsung. Salah satu usaha konkrit yang kami lakukan adalah identifikasi masjid-masjid se-Jateng. Mana yang kira-kira terindikasi radikalisme atau tidak, kami sampaikan ke pihak yang berwenang.

Pak Kiai, di Jateng ada berapa pesantren?

Data persisnya ada yang terdaftar resmi di Kemenag dan ada yang tidak. Jumlah pastinya ada di Kemenag.

Di Magelang saja lebih dari 200 pondok pesantren.

Kira-kira diambil rata-rata ada puluhan ribu di Jawa Tengah. Kalau warganya saja di atas 10 juta. Itulah kenapa NU jadi seksi, karena warganya banyak.

Kalau mondok di pesantren dapat apa saja?

Kelebihan yang tidak dimiliki lembaga pendidikan manapun adalah pendidikan akhlak. Itu khas pesantren.

Di mana pendidikan akhlak adalah misi Rasulullah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Itulah yang kemudiam diemban ulama NU diemplementasikan di dalam lembaga pendidikan yang dinamakan pondok pesantren.

Di samping juga dalam rangka taffaqohu fiddiin (pemahaman terhadap agama). Itu yang menjadi pembeda antara lembaga kegamaan pondok pesantren dan tembaga-lembaga lain. Akhlak nomer satu.

Sekarang banyak santri bergelar doktor?

Ini fenomena yang menarik dan membanggakan. Itulah dinamika di dalam NU. Mungkin 50 tahun yang lalu, selalu saja stigma kaum sarungan terbelakang. Sekarang sudah terjawab, itu semua tidak terjadi.

Di tempat saya mengajar, UIN Walisongo Semarang, setiap Jumat seragamnya mahasiswa diperbolehkan pakai sarung dan peci, meski enggak wajib.

Warga NU jadi pejabat publik, pengusaha sukses, dan beberapa sektor lain. Untuk menghidupkan dan mempertahankan guyub rukun NU seperti apa?

Nu itu selalu guyub rukun, mempertahankannya melalui tradisi. Nu punya satu kebiasaan, seringkali sepakat di dalam ketidaksepakatan.

Makanya seringkali kalau ada 'gegeran' di NU, nanti endingnya happy. Contoh jelang muktamar kemarin, meski sempat memanas, hasilnya jadi kebersamaan, demokrasi yang sehat.

NU punya kepentingan menjaga keutuhan NKRI. Karena NU ini menjadi bagian dari founding fathers negeri ini, NKRI harga mati.

Ada program NU untuk teman-teman milenial?

Di NU ada badan otonom. Satu lembaga anak NU yang diberikan kewenangan untuk mengurus dirinya sendiri termasuk kegiatan-kegiatan di dalamnya.

Kami berikan ruang kepada mereka. Meskipun hal-hal yang bersifat strategis seperti peneguhan Ahlussunnah wal Jamaah tetap satu komando.

Dalam kegiatan rutinitas sesuai segmentasi masing-masing, misal segmentasi pemuda atau pelajar.

Di situlah segmen kaum milenial dalam melayani masyarakat. Contoh Ipnu Ippnu melayani masyarakat. Begitu juga Ansor dan Fatayat. Sudah ada wadahnya masing-masing untuk berkreasi, namun tidak keluar dari akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Ada pesan untuk warga nahdiliyin?

Warga NU di Jateng dan simpatisan di luar NU, baik itu organisasi sosial, agama maupun media massa. Nu kini sudah memasuki hampir satu abad.

Mari kita bahu membahu sesuai dengan kompetensi dan segmentasi kita masing-masing. Untuk lebih meneguhkan khidmah kita kepada Jamiyah Nahdlatul Ulama.

Karena sesungguhnya, yang butuh adalah kita kepada NU. Baik di bidang sektor kehidupan, mulai dari agama, ekonomi, sosial, budaya, politik, bahkan sampai masalah pertahanan dan keamanan negeri ini.

Mari kita bahu membahu sesuai dengan segmen kita masing-masing. (Sam)

Baca juga: Rahmat Dwisaputra Resmi Nakhodai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah

Baca juga: Manfaat Jahe Jeruk Nipis untuk Detoks dan Sumber Nutrisi, Nikmat Diminum saat Hangat

Baca juga: Cara Dapat Cuan dari Boom Match Aplikasi Penghasil Uang Membayar ke DANA

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Jumat (4/2) Ini Naik Rp 1.000, Ini Daftar Lengkapnya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved