Berita Kebumen

Kurir Narkoba Tertangkap di Kebumen, Harapan Nyabu Bareng Pupus

IH (38) warga Desa Kemukus, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen ditangkap jajaran Sat Resnarkoba karena kasus peredaran narkoba jenis sabu

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Polres Kebumen
Konferensi pers ungkap kasus narkoba oleh Polres Kebumen, Senin (7/1/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Kasus peredaran narkoba jenis sabu kembali diungkap jajaran Sat Resnarkoba Polres Kebumen.

IH (38) warga Desa Kemukus, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen ditangkap jajaran Sat Resnarkoba karena kasus peredaran narkoba jenis sabu. 

Diungkapkan Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Wakapolres Kompol Edi Wibowo, tersangka diamankan pada Sabtu (22/1/2022) lalu di tempat tinggalnya. 

"Tersangka kita tangkap berdasarkan informasi masyarakat. Tersangka ini bisa menyediakan barang jika ada teman yang memesannya," jelas Kompol Edi Wibowo, Senin (7/2/2022).

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu paket sabu seberat 0,47 gram siap edar.

Baca juga: Dulu Hits Banget, 5 Bisnis Kuliner Artis Terkenal Tanah Air Ini Akhirnya Tutup Gerai

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Naik, Berikut Ragam Makanan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Barang bukti lain yang disita yakni seperangkat alat bantu hisap berupa sebuah pipet kaca, sedotan pendek warna putih yang ujungnya runcing, sedotan pendek warna putih terdapat potongan selang bensin, dan bong sabu yang terbuat dari botol bekas minuman.

Pengakuan tersangka, sabu yang disita polisi merupakan barang pesanan seseorang di wilayah Kebumen

Tersangka akan mendapat imbalan memakai bersama jika barang tersebut berhasil diperoleh. 

Barang haram tersebut ia dapatkan dari seorang penjual lain, GD di daerah Gombong dengan harga Rp 650 ribu  

Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas kepemilikan barang haram tersebut. 

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan pidana penjara paling lama dua puluh tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved