Berita Kabupaten Tegal

Februari Diprediksi Jadi Puncak Musim Penghujan, Waspadai Bencana Alam 

Menurutnya, warga harus tetap waspada dan berhati-hati ketika musim penghujan tiba. Terlebih, intensitas hujan di bulan Februari ini cukup tinggi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Humas Pemkab Tegal
Foto ilustrasi tim BPBD Kabupaten Tegal sedang melakukan pengecekan dan melihat kondisi jembatan Kaligintung, Desa Batuagung, Kecamatan Balapulang yang kembali ambles karena tergerus aliran air yang deras ditambah intensitas hujan tinggi. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Jaenal Dasmin, mengingatkan warganya untuk waspada terhadap datangnya bencana alam di musim penghujan ini. 

Menurutnya, warga harus tetap waspada dan berhati-hati ketika musim penghujan tiba. Terlebih, intensitas hujan di bulan Februari ini cukup tinggi. 

Bahkan menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim penghujan ada di bulan Februari.

Jaenal juga mengimbau kepada warga masyarakat yang tinggal di dataran tinggi seperti Kecamatan Jatinegara, Bumijawa, dan Bojong untuk selalu waspada. 

Pasalnya, daerah tersebut memiliki kondisi topografi lereng berupa pegunungan, perbukitan, dan aliran sungai yang deras sehingga menjadikan kawasan tersebut rentan terjadi bencana, salah satunya tanah longsor.

“Kewaspadaan dini juga harus dimiliki warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai di dataran rendah. Karena limpasan air yang melimpah dari hulu juga bisa berakibat meluapnya sungai dan berakibat banjir,” kata Jaenal, pada Tribunjateng.com, Selasa (8/2/2022).  

Selain tanah longsor, bencana lainnya yang sering terjadi saat musim penghujan adalah banjir, angin kencang, dan tanah bergerak pada sejumlah titik di wilayah Kabupaten Tegal

Tercatat dari data yang diterima BPBD Kabupaten Tegal per tanggal 1 Januari-3 Februari sudah ada 20 kejadian bencana, seperti tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara yang mengakibatkan 54 rumah mengalami kerusakan.

Disusul kejadian banjir di Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari dan rumah rusak akibat angin kencang di Desa Danasari, Kedawung, Kajenengan di Kecamatan Bojong, dan di Desa Traju, Kecamatan Bumijawa.

Ditambah kejadian tanah bergerak di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal pada hari Minggu (6/2/2022). 

Terkait dengan itu, Jaenal menegaskan pihaknya siap memberikan bantuan penanganan tanggap darurat seperti tenaga lapangan dan bantun logistik seperti mie instant, sarden, air mineral, dan beras. 

Sementara untuk rumah rusak akibat angin kencang, pihaknya siap memberikan bantuan berupa asbes, triplek, seng, kayu dan paku untuk penanganan kedaruratan.

Jaenal pun mengimbau masyarakat Kabupaten Tegal bisa menyimpan kontak telepon darurat Pusat Pengendalian Operasi dan Penanggulan Bencana (Pusdalop) Kabupaten Tegal di nomor 08112929116. 

“Ini layanan kebencanaan yang siaga 24 jam. Sehingga jika sewaktu-waktu masyarakat mengalami kejadian bencana alam, silahkan hubungi nomor tersebut,” pungkasnya. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved