Berita Video
Video Diresmikan Hendi, Museum Kota Lama Semarang Buka Mulai Besok
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meresmikan Museum Kota Lama Semarang yang berada di bundaran Bubakan, Rabu (9/2/2022).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video diresmikan Hendi, Museum Kota Lama Semarang buka mulai besok.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meresmikan Museum Kota Lama Semarang yang berada di bundaran Bubakan, Rabu (9/2/2022). Museum tersebut berisi benda-benda serta cerita sejarah Kota Semarang yang dikombinasikan dengan teknologi imersif.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Museum Kota Lama akan segera dibuka untuk umum. Setidaknya, museum bisa dinikmati oleh masyarakat mulai Kamis (10/2/2020) sembari dipersiapkan lebih matang oleh Disbudpar.
Sejauh ini, tiket masuk masih gratis selama satu hingga dua bulan ke depan. Setelah itu, Pemerintah Kota Semarang akan segera merumuskan tiket masuk bagi pengunjung.
"Paling tidak dibuka besok. Hari ini masih ada penataan di dalam. tadi juga guidenya masih belajar. Mudah-mudahan besok bisa dibuka," ucap Hendi, sapaannya.
Museum Kota Lama dibangun oleh Kementerian PUPR dengan menelan anggaran Rp 3,9 miliar. Kemudian, isi museum digarap oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.
Hendi menyebutkan, museum ini berisi sejarah Kota Semarang mulai 1547 saat didirikan hingga sekarang. Ada visualisasi trem serta peninggalan insitu stasiun bawah tanah pada zaman dulu.
Menurutnya, museum ini benar-benar menggambarkan kota saat terbentuk menjadi Semarang. Museum ini menjadi tambahan destinasi wisata baru di Kota Semarang khususnya di kawasan Kota Lama. Masyarakat yang ingin mengetahui sejarah Kota Semarang bisa berkunjung ke museum ini.
"Saya bersyukur Museum Kota Lama yang dibantu Kementerian PUPR sudah tuntas. Sudah ada isi di dalamnya. Tinggal diatur mekanismenya supaya masyarakat bisa ikut datang kesini, bisa nonton. Mereka tidak berkerumun pada saat-saat ini. Mesti ada pengaturan di wilayah ini dengan baik," paparnya.
Destinasi baru ini memang mengusung teknologi. Selain kontennya yang menggunakan teknologi imersif, masuk museum ini juga harus check in melalui scan barcode dari pemesanan tiket.
Hendi mengatakan, kemajuan teknologi membantu memudahkan untuk pendataan database, pengaturan sistem antrean, dan penghitungan amgka rupiah yang didapatkan dari tiketing tersebut demgan waktu singkat.
"Secara umum museum oke. Saya kritisi filmnya jangan terlalu lama orang bosen. Kedua, di sesi berikutnya pergantiannya sangat cepat. Saya kasih masukan ini sebagai penjunjung," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disbudpar Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, pembelian tiket tidak dilayani di museum. Tiketing bisa didapatkan melalui aplikasi Lunpia yang bisa diunduh di playstore.
Titik kumpul bagi pengunjung yang hendak ke Kota Lama berada di Gedung Oudetrap mengingat ketersediaan parkir di museum belum ada.
"Pengunjung tidak langsung lesini. Kami siapkan di satu titik kumpul. Paket wisata ini menyatu dengan Kota Lama, bisa kumpul di Oudetrap, kesini pakai golfcar. Disini tinggal masuk," jelasnya.