Berita Video
Video Kesaksian Yulianto Korban Selamat Kecelakaan Bus Imogiri Bantul
Yulianto (39) satu dari sekian korban selamat kecelakaan maut di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta sudah pulang ke rumahnya di Kedungrejo
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO -- Berikut ini video kesaksian Yulianto korban selamat kecelakaan bus Imogiri Bantul.
Yulianto (39) satu dari sekian korban selamat kecelakaan maut di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta sudah pulang ke rumahnya di Kedungrejo, Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, Selasa (8/2/2022).
Dia pulang bersama istri, dan 4 tetangganya yang lain yang masih satu desa, namun beda dusun yang juga tak jauh dari rumahnya.
Saat ditemui Tribun Jateng, Rabu (9/2/2022) siang, tampak masih ada lecet yang sudah mengering di tangan.
Sementara, kaki kanan Yuli, sapaan akrabnya, masih diperban.
Saat menceritakan kejadian, Yuli berulang kali mengucapkan syukur pada sela-sela obrolan. Dia mengucap syukur lantaran masih diberi keselamatan.
Bukan hanya keselamatan dia sendiri, tapi juga kedua putra tercintanya: Alfin Gibran Prabanda (13) dan
Azril Khalif Putra Ahmad (3), serta sang istri, Sunarti (35).
Yuli menceritakan, semula bus yang dia naiki beserta rombongan tak kuat menanjak, hingga memutuskan untuk berhenti di tengah tanjakan dan semua penumpang turun.
Lalu, setelah sampai di tanjakan, seluruh penumpang kembali memasuki bus milik PO Gandhos Abadi itu. Mesin bus mati, lalu dihidupkan lagi.
Selang 10 menit setelah semua penumpang naik, tepatnya pada jalanan menurun, Yuli sudah panik, bahkan semua penumpang.
"Dalam hati saya, saya takbir. Dan, sudah apapun yang akan terjadi nanti saya sudah pasrah," ucapnya berkaca-kaca.
Posisi duduk Yuli berada di antara sopir dan kernet bus. Yakni di tengah, lantaran dia, bisa dibilang salah satu yang dipasrahi menjadi panitia.
Ketika bus sudah tak terkendali, dia lalu berdiri menghampiri istri dan kedua anaknya yang duduk persis di belakang sopir bus.
"Saya rangkul, saya takbir. Terus Dengar suar 'der', 'der', 'der'.
Saya menuju ke istri dan anak saya, saya rangkul, tangan saya berpegangan dengan istri, kedua anak saya di tengah," ucapnya.