Lawan Covid19

Puncak Omicron Diperkirakan Dua Minggu Lagi

Ia mengatakan, peningkatan kasus varian Omicron diprediksi 3 sampai 5 kali lipat daripada kasus varian Delta tahun lalu.

TRIBUNBANYUMAS/Ist. Polres Purbalingga
Satgas Covid-19 Kecamatan Bobotsari saat melaksanakan penyemprotan disinfektan, Sabtu (5/2/2022) di sejumlah tempat umum dan lingkungan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Negara-negara di dunia melihat bahwa kasus Covid-19 varian Omicron ini dari segi traffic akan memuncak lebih cepat.

Hal itu disampaikan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, meski Omicron akan lebih cepat menyebar, tetapi dari segi bandwidth atau amplitudonya lebih sempit.

Baca juga: Masyarakat yang Merasa Dirugikan Tarif Tes Covid-19 Diminta Segera Lapor Satgas

"Ini yang tentu kita harapkan puncaknya di bulan Februari dan berharap di bulan Maret akan mulai melandai," ujarnya dalam acara "BRI Microfinance Outlook 2022", Kamis (10/2/2022).


Dia menjelaskan, pemerintah dari sisi kesehatan akan terus mendorong kebijakan terkait pembatasan berbagai kegiatan.

"Termasuk, peningkatan PPKM level, terutama di teater perang di Jawa," kata Airlangga.

Karena itu, status PPKM di beberapa kota dinaikkan ke level 3, dan pemerintah akan terus mendorong pembatasan kegiatan hingga berujung terhadap pengurangan penularan kasus baru.

"Selain itu, untuk periode kali ini, pemerintah juga melihat faktor terkait dengan ketersediaan rumah sakit dan juga tingkat fatality rate," pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Prof. Abdul Kadir menuturkan, peningkatan kasus Covid-19 sangat signifikan akan terjadi dari hari ke hari.

Per Rabu kemarin saja kasus harian Covid-19 mencapai 46.843.

Kemenkes menyebut, kenaikan kasus harian patut diwaspadai dalam 2-3 minggu ke depan.

 
"Kita akan melihat dua sampai tiga minggu ke depan kemungkinannya akan terjadi peaknya, karena itulah maka tentunya kita semua harus mewaspadai terjadi kemungkinan peningkatan jumlah kasus yang besar," ujarnya.

Ia mengatakan, peningkatan kasus varian Omicron diprediksi 3 sampai 5 kali lipat daripada kasus saat gelombang varian Delta tahun lalu.

Meski demikian, masyarakat perlu mengetahui bahwa gejala-gejala yang ditimbulkan oleh Omicron ini itu tidak seberat gejala varian Delta, cenderung ringan bahkan tanpa gejala.

"Tentunya kita tetap harus berhati-hati dan waspada meskipun gejalanya ringan tapi itu bisa berbahaya pada orang-orang yang berusia lanjut atau lansia termasuk juga orang-orang yang kebetulan mempunyai penyakit penyerta atau komorbid dan juga pada orang-orang yang belum divaksin dan pada anak-anak," tegas Prof Abdul Kadir. (*)

Bersama kita lawan virus corona.


Tribunjateng.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.


Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Puncak Diprediksi Dua Minggu Lagi, Omicron Melandai Bulan Maret

Baca juga: Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Rekrut Relawan Tenaga Kesehatan

Sumber: Tribunnews.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved