Aktivitas Gunung Merapi

Radius Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi Diperluas hingga 7 Kilometer, Berikut Rinciannya

Radius kawasan rawab bencana (KRB) Gunung Merapi diperluas oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Editor: m nur huda
ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGRO
Suasana Gunung Merapi yang terlihat dari obyek wisata Kali Talang, Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (19/12/2018). Masyarakat setempat memanfaatkan kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi untuk dijadikan tempat wisata seperti gardu pandang Gunung Merapi untuk meningkatkan potensi wisata lokal yang dapat menjadi sumber pencaharian bagi masyarakat. 

TRIBUNJATENG.COM - Radius kawasan rawab bencana (KRB) Gunung Merapi diperluas oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pemutakhiran data kawasan rawan bencana Gunung Merapi ini utamanya diterapkan pada sektor selatan-barat daya dengan jarak maksimal 5 dan 7 kilometer.

Sebagai informasi, sejak akhir Januari 2022, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memperbarui radius kawasan rawan bencana Gunung Merapi di wilayah perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu.

Sektor tersebut meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer.

Kemudian, Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh 7 kilometer.

Sebelumnya, radius bahaya hanya berjarak 5 kilometer saja.

“Jadi, kami memodelkan dengan data topografi terbaru. Pemodelan dengan faktor topografi itu sangat mempengaruhi sehingga ketika sudah ada pemodelan baru, ada perubahan radius bahaya sedikit lebih panjang,” ucap Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dalam konferensi pers secara daring, Jumat (11/2/2022).

Dia menjelaskan, apabila kubah lava barat daya longsor secara masif, maka akan menimbulkan awan panas guguran ke sungai-sungai yang terdekat.

“Jarak luncur awan panas guguran dari puncak gunung ke Sungai Bedog, Bebeng dan Krasak itu berpotensi sejauh maksimal 6,3 Km dan Sungai Boyong 3,9 Km,” ungkapnya lagi.

Lebih lanjut, apabila kubah lava tengah longsor secara masif, maka awan panas guguran ke arah Sungai Gendol mencapai jarak 5 Km dan Sungai Woro sejauh 3 Km.

Dengan alasan tersebut, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 Km.

Namun, untuk Sungai Bedog, Bebeng dan Krasak maksimal sejauh 7 Km.

“Di sektor tenggara masih sama. Potensi bahaya ke Sungai Woro maksimal 3 Km dan Sungai Gendol 5 Km,” terangnya.

Meski ada penambahan radius bahaya, Hanik menegaskan, status aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan dalam tingkat siaga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved