Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pak Gik, Pemilik Angkringan Legendaris Semarang Dimakamkan Hari Ini

Jenazah Pak Gik atau Sugijo (74), pemilik angkringan Pak Gik legendaris di Semarang akan dikebumikan pada Senin (14/2022) hari ini.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Pelayat mendatangi rumah duka H Sugijo pemilik Angkringan Pak Gik yang meninggal dunia, Minggu (13/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jenazah Pak Gik atau Sugijo (74), pemilik angkringan Pak Gik legendaris di Jalan Gadjah Mada Kota Semarang akan dikebumikan pada Senin (14/2022) hari ini.

Pria yang telah membuka usahanya sejak 1967 tersebut mendadak sakit dan menghembuskan napas terakhir pada Minggu (13/2/2022) siang kemarin.

Dari penuturan sejumlah pelanggan, Pak Gik dikenal sebagai orang yang berjasa kepada pembeli termasuk warga Semarang.

Ravi Candera, mengatakan bahwa sejak dahulu banyak teman-temannya yang merasa tertolong dengan kehadiran angkringan yang buka pada malam hari tersebut.

“Karena dahulu banyak yang beli di sana mengambilnya (gorengan) lima, waktu bayar bilang empat.

Almarhum Pak Gik pantas masuk surga karena telah menolong warga Semarang,” ujarnya kepada Tribunjateng.com saat melayat di rumah duka di Jalan Karanganyar V, Gabahan, Semarang Tengah, Kota Semarang.

Sementara itu, anak ke-dua Almarhum Pak Gik, Dwi Purwanto, mengungkapkan bahwa ayahnya memang dikenal karena kesabarannya.

Ia meyakini bahwa dulunya Pak Gik pernah didoakan karena menolong seorang kyai hingga menjadi selaris dan seterkenal sekarang.

“Dulu pernah ada menolong seorang kyai dari Magelang yang ketinggalan bus di Semarang.

Waktu itu bapak tidak tahu siapa orang tersebut, karena kasihan kemudian bapak mengantarkan beliau sampai ke rumah.

Ternyata beliau seorang kyai, setelah itu mendoakan bapak agar laris dan beliau juga pernah datang ke angkringan bersama rombongan dari Magelang,” ungkapnya.

Dwi menambahkan bahwa pengelolaan angkringan itu akan dilanjutkan olehnya dan adiknya, Indah Septianasari bersama menantu Pak Gik.

“Bapak berpesan bahwa kalau berjualan itu yang ikhlas.

Karena kalau kita memberi banyak, maka kita akan diberi lebih banyak juga,” ujar Dwi.

Pak Gik mendirikan angkringannya sejak 1967 di Jalan Gajah Mada Semarang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved