Breaking News
Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Duka Petani Cabai Banjarnegara Saat Panen Raya, Dimusuhi Hama dan Harga

Nilai jual harga cabai merah yang cukup tinggi, sekitar Rp 30 ribu perkilogram, Desember 2021 lalu, ternyata hanya berlangsung singkat. 

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Meski pandemi Covid 19 telah melandai hingga aktivitas sosial mulai normal, perekonomian masyarakat tak kunjung bangkit. 

Usaha pertanian di pedesaan masih terpuruk.

Tidak kecuali usaha pertanian cabai. 

Nilai jual harga cabai merah yang cukup tinggi, sekitar Rp 30 ribu perkilogram, Desember 2021 lalu, ternyata hanya berlangsung singkat. 

Saat itu, tak banyak petani yang menikmati harga bagus tersebut karena kebanyakan mereka belum panen.

Petani yang tanamannya masih kecil saat itu berharap harga tersebut akan bertahan sampai panen tiba. 

Sayang harga cabai yang tinggi itu tak bertahan lama.

Setelah itu, harga cabai melandai hingga jatuh. 

Anjloknya harga komoditas itu bersamaan dengan panen raya cabai di Banjarnegara

Daryanto, petani cabai di Rt 5 Rw 1 Desa Pucungbedug Kecamatan Purwanegara mengatakan, harga cabai sempat anjlok mencapai Rp 8 ribu perkilogram. 

Desa Pucungbedug merupakan salah satu sentra penghasil cabai di Kabupaten Banjarnegara, khususnya cabai merah keriting. 

"Sempat anjlok terparah Rp 8 ribu. Kalau sekarang sudah naik Rp 15 ribu, " katanya, Selasa (15/2/2022) 

Tapi berapapun harganya, cabai harus tetap dipanen jika tak ingin membusuk di pohon. 

Daryanto mengatakan, petani baru mendapatkan untung jika harga cabai di kisaran Rp 20.000 atau lebih perkilogramnya. 

Ia dan petani cabai lain di Desa Pucungbedug memanen cabai harus merugi karena harga jatuh.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved