Negara G20 Sepakat Awasi Perdagangan Aset Kripto

negara-negara G20 menyoroti perkembangan aset kripto yang makin pesat, sehingga kalau tidak dipantau akan menimbulkan risiko.

Editor: Vito
tribunnews
ilustrasi - aset kripto bitcoin 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Negara-negara G20 sepakat untuk membentuk kerangka peraturan dan pengawasan terhadap aset kripto. Apalagi, di tengah pandemi covid-19 perdagangan aset kripto makin menjamur.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan kedua para menteri keuangan dan pimpinan bank sentral atau Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) pada 17-18 Februari 2022.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, negara-negara G20 menyoroti perkembangan aset kripto yang makin pesat, sehingga kalau tidak dipantau akan menimbulkan risiko.

“Risikonya terkait dengan instabilitas pasar keuangan global, dan bahkan pemulihan ekonomi,” ujarnya, dalam keterangan pers secara daring, seperti dikutip Kontan.co.id. Jumat (18/2).

Perry menyatakan, selain makin maraknya perdagangan aset kripto, saat ini muncul lembaga atau jasa keuangan di luar perbankan (non bank financial institution) yang bisa mempengaruhi sektor finansial.

Untuk itu, negara-negara G20 kemudian sepakat untuk memperkuat sektor keuangan global, dengan nantinya akan membentuk kerangka peraturan dan pengawasan tersebut.

“Kami juga akan mengatasi dampak pandemi terhadap sektor keuangan. Diperlukan agar lembaga keuangan bisa menjalankan fungsi intermediasi dalam rangka pemulihan ekonomi,” tandasnya. (Kontan.co.id/Bidara Pink)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved