PSIS Hari Ini
Dragan Harus Bertanggung Jawab - Panser Biru Merespon PSIS Semarang Masih Puasa Kemenangan
Dragan Djukanovic sebagai pelatih baru di putaran kedua seakan belum memberi dampak instan mengembalikan tim yang layak diperhitungkan.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang kembali memberi hasil tidak memuaskan saat menuntaskan perlawanan kontra Bali United dengan kekalahan tipis 1-0 pada laga lanjutan BRI Liga 1 2021/2022, di Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, Minggu (21/2/2022) malam.
Gol winger Bali United, Privat Mbarga di menit ke 33 tidak mampu dibalas oleh tim Mahesa Jenar hingga wasit Sance Lawita meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Hasil tersebut membuat PSIS Semarang belum lagi meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan berturut-turut di putaran kedua Liga 1 musim ini.
Baca juga: Klasemen BRI Liga 1, Bali United Tempel Arema FC, PSIS Semarang Tertahan di Papan Tengah
Baca juga: Salam Perpisahan Pelatih PSIS Semarang dengan Pratama Arhan, Pasang Jadi Winger
Baca juga: Kalah dari Bali United, Asisten Pelatih PSIS Sebut Timnya Kalah Segala-galanya
Baca juga: Rekap Pertandingan PSIS Semarang Kalah 0-1 dari Bali United: Mahesa Jenar Masih Lupa Cara Menang
Merespon catatan buruk itu, Ketua Umum Panser Biru, Galih Eko Putranto cukup kecewa.
Menurut dia, permainan PSIS Semarang saat ini mengerikan.
Dia berharap PSIS segera berbenah untuk menjaga harga diri klub, suporter, dan nama Kota Semarang.
"Ya memang evaluasi sudah dilakukan, tetapi evaluasi yang dilakukan belum maksimal."
"Bahkan di putaran kedua pun belum menghasilkan hasil yang baik dibandingkan putaran pertama."
"Catatan dari kami pun bahwa kalian semua tim official dan manajemen membawa nama baik Semarang dan PSIS."
"Dan itu harga diri buat para suporter," kata Galih Ndog, sapaan akrab Galih Eko Putranto kepada Tribunjateng.com, Senin (21/2/2022).
Secara keseluruhan, PSIS Semarang sudah memainkan sembilan laga di putaran kedua ini.
Setelah kalah atas Persija di laga pertama putaran kedua, PSIS di laga selanjutnya berhasil menang dramatis 1-0 atas Persiraja.
Setelah itu, PSIS Semarang belum lagi merasakan kemenangan dalam tujuh laga berturut-turut.
Polesan Dragan Djukanovic sebagai pelatih baru di putaran kedua seakan belum memberi dampak instan mengembalikan tim yang layak diperhitungkan.
Tidak seperti ketika Dragan menukangi tim di tiga laga Liga 1 2020 dan berpartisipasi di Piala Menpora pada Maret 2021.
Beberapa faktor yang jadi kendala PSIS Semarang kesulitan meraih kemenangan disebabkan cukup banyak pemain inti yang sempat absen di beberapa laga karena positif Covid-19.
Lini depan Mahesa Jenar juga tumpul di putaran kedua ini.
"Kalau namanya kompetisi siap tidak siap harus siap."
"Entah apapun itu, mau berbicara tentang Covid-19, semua tim juga mengalami."
"Tinggal bagaimana manajemen menghadapi semua ini," kata Galih kepada Tribunjateng.com, Senin (21/2/2022).
"Paling tidak kan harusnya sudah ada plan dari tim maupun manajemen."
"Intinya kami ingin ke depan permainan berubah."
"Kami melihat permainan sebelum-sebelum ini kurang greget," jelasnya.
Apakah Dragan perlu dievaluasi?
Menurut Galih, Dragan memang sepatutnya bertanggung jawab atas hasil sejauh ini.
Terlepas dari kasus Covid-19 yang terjadi dalam tim.
Galih berharap, delapan laga sisa harus dimaksimalkan untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin.
"Soal Dragan pastinya harus tanggung jawab lah soal permainan sekarang ini."
"Entah apapun itu, karena begini, apapun itu soal pemain dan strategi tim pasti di tangan pelatih, di luar semua pandemi dan lain-lain siap tidak siap harus siap," ungkap Galih.
"Paling tidak ada case-case yang harus mereka pikirkan untuk PSIS Semarang lebih baik lagi."
"Karena mereka di sini dibayar untuk melatih, menjadikan strategi tim ini lebih baik lagi," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (21/2/2022).
Ditambahkan Galih, dia juga berharap pemain, official, dan manajemen juga saling menguatkan menghabiskan delapan pertandingan yang masih harus dilalui di BRI Liga 1 musim ini.
"Bahwasanya tim ini ada di pundak kalian semua."
"Harga diri tim ini ada di kalian semua."
"Entah di luar itu ada kekurangan atau apapun, semua wajib bertanggung jawab untuk tim ini."
"Termasuk pemain, official, dan manajemen," tegas Galih. (*)
Baca juga: Pembangunan Tol Demak-Tuban Masih Butuh Proses Berlapis-lapis
Baca juga: Lansia Semarang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Candisari, Jenazah Meringkuk di Sudut Dapur
Baca juga: Nenek Boniah Asal Semarang Tewas Terbakar Hidup-hidup di Pojokan Dapur Rumah: Sendirian di Rumah!
Baca juga: Pesan Bupati Tegal Umi Azizah untuk Warganya: Harus Ada Gerakan Pilah Sampah dari Rumah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dragan-djukanovic-liga-1-2020.jpg)